Search
Saturday 25 November 2017
  • :
  • :

Umar Bin Khattab

Umar bin Khattab adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang pada awalnya sangat menentang perjuangan Perjuangan Rasulullah SAW. Umar lahir di Mekah, dalam kabilah bani Adi, ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi, sedangkan ibunya Hantamah binti Hasyim, dari marga Bani Makhzum.

 Umar Bin Khattab

Umar merupakan orang yang sangat disegani oleh orang Quraisy. Dia seringkali menyiksa para pengikut Rasulullah SAW. Suatu hari Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, perkuatlah Islam dengan salah satu dari 2 Umar (Maksudnya Umar bin Khattab dan Amr bin Hisyam/ Abu jahal).

Suatu hari karena kebenciannya yang sangat dalam kepada Nabi Muhammad, Umar menghunus pedangnya hendak membunuh Nabi Muhammad. Di perjalanan dia ketemu dengan Nu’aim bin Abdullah. Nu’aim berkata,”Hendak kemana engkau Umar ?” Umar menjawab, “Aku hendak mencari Muhammad dan membunuhnya”. Nu’aim yang saat itu sudah masuk Islam bermaksud melindungi Nabi Muhammad. Akan tetapi karena takutnya kepada Umar dia berkata, “Apakah engkau tidak tahu, bahwa adikmu Fathimah juga sudah masuk Islam ?”

Menderngar itu Umar terkejut bukan main. Akhirnya dia bergegas menuju ke rumah adiknya Fathimah Binti Khattab. Pada saat itu dia mendengar suara Al Quran surat Thahaa ayat 1 – 8 terdengar dari dalam rumah adiknya. Mendengar itu, Umar langsung Marah. Dia berusaha membuka pintu. Khabab Al Arat yang saat itu sedang mengajarkan Al Quran kepada Adiknya dan Suami Adiknya Said bin Zaid, segera bersembunyi.

Ketika pintu sudah terbuka, Umar segera memukul adiknya. Adiknya menjadi luka dan berdarah. Umar merasa kasihan. Akhirnya Umar meminta surat yang tadi dibacakan. Ketika membaca surat Thahaa hati Umar menjadi luluh. “Ini bukan tulisan manusia, ini pasti berasal dari Allah. Aku ingin masuk Islam, tunjukkan di mana Nabi Muhammad berada”. Akhirnya Khabab Al Arat juga keluar dari persembunyainnya. Khabab berkata bahwa kemarin Rasulullah berdoa, supaya Islam diperkuat oleh salah satu dari 2 Umar. Ternyata Allah memilih Umar bin Khattab.

Tidak berapa lama setelah itu Umar bin Khattab masuk Islam. Tentu saja ini membawa kekecewaan kepada kaum kafir Quraisy dan merupakan kabar gembira bagi umat Islam. Tidak berapa lama setelah Umar masuk Islam, perintah Allah untuk dakwah terang-terangan diturunkan.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Ketika kaum muslimin hijrah ke Yastrib (sekarang Madinah) Umar juga hijrah. Berbeda dengan orang lain yang hijrah secara sembunyi-sembunyi. Umar bin Khattab hijrah secara terang-terangan. Dia datang ke Ka’bah dan mengumumkan kepada semua orang, bahwa Umar akan hijrah ke Yastrib. “Jika kalian ingin istrimu menjadi janda, atau anakmu kehilangan ayahnya, hadanglah aku di perjalanan ke Yastrib”. Ternyata tidak ada seorangpun berani menghadapi tantangan Umar.

Di madinah Umar begitu setia mendampingi Rasulullah, baik dalam perang Badar, Uhud, Khandaq, dan Khaibar. Rasa cinta Umar begitu tinggi kepada Rasulullah, sehingga pada saat Rasulullah Wafat di tahun 11 Hijriah, Umar seolah-olah tidak bisa menerimanya. Umar berkata kepada orang banyak , “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak wafat. Dia pasti akan kembali. Sesungguhnya dia seperti Nabi Musa as yang meninggalkan kaumnya selama 40 hari, setelah itu dia akan kembali. Barang siapa yang mengatakan nabi Muhammad meninggal, maka akan saya potong tangan dan kakinya”. Tidak ada satu orangpun yang berani menghadapi Umar. Menderngar semua itu Abu bakar segera tampil. “Umar turunlah.” Akhirnya Abu Bakar naik mimbar dan mengatakan ,”Barang siapa menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Barang siapa menyembah Allah maka Allah tetap hidup, dan akan terus hidup”. Kemudian Abu Bakar membacakan Qur’an surat Ali-Imran ayat 144….”Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu akan berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak akan mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

Para sahabat seolah-olah baru pertama kali mendengar ayat tadi. Akhirnya para sahabat segera mengurus pemakaman Rasulullah SAW. Sebagai pengganti Nabi Muhammad akhirnya Abu Bakar ditunjuk sebagai khalifah. Umar bin Khattab menjadi Hakimnya. Setelah Abu Bakar Wafat, maka Umar bin Khattab ditunjuk sebagai penggantinya. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab ini, kekuasaan Islam tersebar sangat cepat. Mulai dari Persia, Irak, Syam, Palestina sampai Mesir.

Pada saat itu ada 2 negara Adidaya, yaitu Romawi dan Persia. Melalaui perang Qadisiyah, Umat Islam yang jumlahnya lebih sedikit berhasil mengalahkan Persia, dan tidak berapa lama setelah itu kekuasaan Persia runtuh. Perang Yarmuk merupakan salah satu perang yang sangat menentukan sejarah, karena setelah ini kekuasaan Romawi timur banyak yang diambil alih oleh Islam.

Umar bin Khattab menjadi Khalifah selama 10 tahun. Meskipun telah mengalahkan Persia dan Romawi, hidup Umar bin Khattab sangatlah sederhana. Umar berhasil mendapatkan kunci kota Yerusalem dengan damai. Pada saat itu seorang uskup gereja menawarkan kepada Umar untuk mengerjakan Sholat di gerejanya. Umar tidak mau melakukan itu, dia memilih sholat di luar. Dia berkata kepada uskup ,”Jika engkau mengizinkan aku sholat di gerejamu, maka engkau akan kehilangan gerejamu.”

Umar memilih shalat di luar. Tempat dimana Umar Sholat, 55 tahun kemudian didirikanlah masjid. Seandainya Umar mengerjakan Sholat di gereja tadi, tentunya umat akan mngira bahwa gereja itu harus diubah menjadi masjid. Inilah salah satu toleransi yang dimiliki Umar.

Pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M Umar bin Khattab ditikam oleh Abu Lukluk (orang majusi) pada saat sholat subuh. Tidak berapa lama setelah itu, Umar bin khattab wafat.