Search
Monday 11 December 2017
  • :
  • :

Pentingnya Delegasi

pentingnya delegasiSuatu hari ada seorang karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan. Dia mencoba mendirikan bisnis. Sebelumnya dia adalah seorang tukang potong rambut di sebuah salon. Akan tetapi dia ingin memiliki penghasilan yang lebih besar, sehingga mencoba berbisnis. Karena keahlianya memotong rambut maka dia mencoba untuk membuka salon potong rambut sendiri. Dia membuka salon potong rambut di depan rumahnya.

Di awal-awal membuka, dia hampir tidak meiliki pelanggan. Akan tetapi dengan publikasi yang baik, mulai banyak orang yang memotong rambut di salon dia. Lama kelamaan dia memiliki pelanggan yang banyak, karena disamping hasil potongan rambutnya bagus, harganya murah, dia juga ramah kepada para pelanggannya.

Dia memiliki penghasilan yang tinggi, akan tetapi dia tidak memiliki kebebasan. Suatu hari ketika libur sekolah anak-anaknya meminta untuk berlibur, dia mencoba menurutinya. Dengan terpaksa harti itu dia menutupnya. Saat itu dia harus mengeluarkan cukup banyak uang untuk berlibur, tetapi justru di hari itu dia malah tidak memiliki pemasukan.

Belajar dari pengalaman ini akhirnya dia ingin merekrut karyawan. Karyawan yang direkrut memang memiliki keahlian memotong, sayangnya hasil potongannya tidak sebagus dia, di samping itu karyawan baru ini juga kurang ramah. Dengan kondisi ini, maka  pelanggan tetap memilih potong rambut kepada dia, tidak mau potong kepada karyawannya, kecuali orang yang pertama kali mencoba potong rambut ke tempat dia. Karena karyawan baru hanya sedikit mendapat pelanggan, akhirnya dia mengundurkan diri.

Pemilik salon ini sudah sering mencoba merekrut karyawan, tetapi yang terjadi selalu sama, karyawan tidak laku dan akhirnya keluar. Dengan kondisi ini dia memutuskan untuk tidak merekrut karyawan lagi. Merekrut karyawan sama saja dengan membuang-buang waktu, dia harus mengajari, tapi pada akhirnya juga keluar. Dia merasa semakin hebat karena tidak ada orang yang memiliki keahlian seperti dia.

Haruskah kondisi ini dipertahankan ? Bagaimana jika anda yang memiliki kondisi seperti ini ? Apakah anda akan tetap bertahan tanpa merekrut karyawan ? Dengan kondisi sepertin ini, sebenarnya dia sudah melenceng dari tujuan semula. Sebelumnya dia ingin kaya raya. Memang, dia sudah lebih kaya dibandingkan dengan ketika masih menjadi karyawan. Akan tetapi dia belum kaya raya.

Ini yang disebut tantangan dalam bisnis. Cobalah lihat salon potong rambut yang lain. Adakah mereka yang memiliki salon potong rambut, tetapi pemilik tidak terlibat dalam memotong rambut ? Jika iya, maka dia semestinya bisa merekrut karyawan dan mendelegasikan tugasnya memotong rambut.

Tetapi, kondisi di sini jelas berbeda. Setiap karyawan baru selalu kurang laku, bahkan nyaris tidak laku. Untuk itu, buatlah aturan atau sistem yang bisa menyebabkan karyawan anda bertahan.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Aturan-aturan ke karyawan tersebut adalah

1. Jika potongya kepada karyawan anda maka biaya potongya buat lebih murah, dengan cara seperti ini karyawan anda juga mulai laku.

2. Sebisa mungkin karyawan anda harus belajar banyak memotong rambut kepada anda

3. Karyawan anda harus belajar sebisa mungkin supaya bisa ramah seperti anda.

4. jangan takut tersaingi oleh karyawan anda, karena bisa jadi karyawan anda lebih berpotensi dibanging anda

5. Anda jangan terlalu sering memotong rambut, utamakan karyawan anda yang memotongnya.

Dengan cara seperti ini suatu saat karyawan anda semakin ahli, bahkan bisa jadi suatu saat dia lebih ahli dari anda. Seiring dengan waktu, anda bisa menambah jumlah karyawan. Ketika karyawan yang ahli semakin banyak maka tanpa andapun, salon anda bisa laku keras. Anda bisa jalan-jalan berlibur tanpa kehilangan penghasilan. Jika sudah seperti ini, jangan hanya memiliki satu salon. Mulai dirikan salon-salon yang lain, maka penghasilan anda akan semakin meningkat. Jika anda sudah mulai memiliki banyak cabang, anda bisa membuka cabang dengan cara yang lebih cepat. Bukalah dengan menggunakan franchise, karena dengan franchise anda tidak perlu menggunakan uang sendiri.

Jadi, jangan takut mencobna mendelegasika kepada orang lain.