Search
Tuesday 17 October 2017
  • :
  • :

Nilai Tukar Rupiah Masih Melemah

Nilai tukar rupiah

Nilai tukar rupiah

Mungkin para pembaca sudah pada melihat di televisi ataupun membaca di media cetak temtang penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Sampai penutupan perdagangan Rabu, 21 Agustus kemarin masih terjadi penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Tapi penurunan nilai tukar ini tidak hanya dialami pada rupiah. Hampir semua mata uang negara maju mengalami penurunan nilai tukar terhadap dollar.

Sebenarnya penurunan nilai tukar rupiah bisa kita pantau di website BI http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kurs+Bank+Indonesia/Kurs+Transaksi/. Menurut data yang dirilis dari Bank Indonesia, nilai tukar rupiah hari Rabu kemarin sebesar Rp10.723, selisih 2,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang mencapai Rp10.504 per dolar Amerika.

Beberapa mata uang di dunia Menurut CNBC yang mengalami penurunan diantaranya, euro turun sebesar 0,27 persen ke level USD1,3379, dolar Selandia Baru atau dolar kiwi melemah 1,32 persen ke angka USD0,789. Won Korea melemah sebesar 0,32 persen ke level USD1.116,86.

Yen, rupee, dan peso justru menguat. Yen menguat sebesar 0,38 persen ke level 97,62 persen, rupee naik 1,58 persen ke USD64,11, dan peso naik sebesar 0,31 persen ke USD515,68.

Seperti dilansir CNBC, pasar tidak hanya berfokus pada pelemahan rupee dan rupiah, tapi juga pada kiwi. Ada kemungkinan kiwi juga mengalami pelemahan seperti rupiah dan rupee. Mata uang ini turun sebesar 2,5 persen sejak Senin 19 Agustus 2013, dari USD 0,81 pada Senin menjadi USD0,79 pada hari ini.

Hal ini terjadi karena bank sentral membatasi saham sektor properti. Sentimen pasar mata uang ini menjadi “bullish” beberapa bulan lalu setelah bank sentral mengindikasikan bahwa ada upaya untuk menaikkan suku bunga dari level 2,5 persen. Ini yang membuatnya sebagai negara maju pertama yang memperketat kebijakan moneter. -VivaNews-