Search
Tuesday 27 June 2017
  • :
  • :

Diplodocus

Diplodocus merupakan dinosaurus yang berada dalam genus sauropod diplodocid dan fosilnya pertama kali  ditemukan oleh S.W. Williston pada tahun 1877. Wilayah kehidupan Diplodocus adalah di AMerika Utara, diperkirakan hidup pada akhir periode Jurassic. Nama diplodocus diambil dari bahasa Latin dan Yunani yang artinya “Bertiang dua”. Hal ini karena ruas dan tulang kakinya sangat kokoh.

diplodocusDiplodocus masuk ke dalam 10 dinosaurus yang paling besar dengan panjang badan 20 – 28,7 meter. Memiliki tinggi badan hanya sekitar 5 meter, dan ini tergolong pendek untuk ukuran Sauropoda. Bobotnya sekitar 10 – 20 ton , dan ini tergolong ringan karena kondisi tulang-tulangnya penuh rongga.

Pada awalnya para ahli berpendapat binatang purba ini tinggal di rawa. Hal ini karena lehernya melengkung dan menjulur seperti angsa, sedangkan ekornya diseret. Akan tetapi pendapat ini sekarang sudah terbantahkan. Karena bentuk badannya Diplodocus tidak bisa melengkungkan lehernya ke atas seperti angsa, karena hal ini bisa membuat pembuluh darahnya pecah. Diplodocus juga tidak mungkin menyeret ekornya karena otot dan tulang ekornya yang sangat kuat. Makhluk ini selalu mengangkat ekornya untuk menyeimbangkan diri dengan leher yang panjang.

Pada film Berjalan Bersama Dinosaurus yang digambarkan oleh BBC, Diplodocus hidup di dalam kelompok di padang terbuka, dan di bawah naungan predator kuat seperti Saurophaganax dan Allosaurus. Ukuran diplodocus secara umum lebih panjang dibandingkan Sauropada yang lain, namun dia lebih pendek dan ringan dibandingkan dengan Branchiosaurus dan Apatosaurus.

Ketika mendapat serangang oleh predator, Diplodocus yang masih bayi sering mengandalkan diri dengan bersembunyi. Namun ketika sudah dewasa, binatang ini berani menghadapi predator tersebut. Herbivora yang satu ini memiliki ekor yang sangat kuat. Beberapa pakar menganggap ekor ini sering dipakai untuk mencambuk. Akan tetapi jika ekor ini dipakai terus-menerus untuk mencambuk maka ruas tulangnya bisa mengalami kerusakan. Karena itulah para ahli akhirnya berpendapat bahwa Diplodocus hanya sesekali saja menggunakan ekornya untuk mencambuk.