Search
Wednesday 13 December 2017
  • :
  • :

William Edward Boeing

Wiliam Edward Boeing adalah pendiri perusahaan pesawat terbang Boeing. Boeing lahir pada tanggal 1 oktober 1881 di Detroid.

William Edward BoeingPada masa kecil Boeing sangat menyukai layang-layang.  Karena itulah sering terlintas di pikirannya untuk membuat kendaraan yang bisa terbang.  Namun,  ide untuk membuat kendaraan yang bisa terbang ini tidak selalu didukung oleh ayahnya.  Di saat sudah sekolah,  Boeing sering membaca berita tentang dunia penerbangan.  Saat itu dunia penerbangan belum berkembang dengan baik.  Wright bersaudara juga belum menemukan pesawat terbang.

Pada masa remaja Boeing sempat kuliah di Yale University.  Namun kuliahnya tidak terselesaikan karena kekurangan biaya akibat bisnis ayahnya mengalami kebangkrutan.

 

Akhirnya Boeing bersama ayahnya menjadi penebang kayu di hutan.  Selama 5 tahun di hutan Boeing tidak mengetahui perkembangan apapun yang berkaitan dengan pesawat terbang.  Boeing memohon kepada ayahnya agar tinggal di kota.  Permohonan itu akhirnya disetujui oleh ayahnya. Mereka akhirnya pindah ke Seattle.

 

Ketika tinggal du Seattle inilah Boeing sering membaca informasi tentang dunia penerbangan.  Saat itulah Boeing merasa ketinggalan informasi mengenai dunia penerbangan yang sudah berkembang lebih pesat.

 

Suatu saat ada informasi tentang pameran pesawat terbang di Los Angles. Tentu saja ini tidak disia-siakan oleh Boeing.  Boeing mendatanginya agar bisa melihat pesawat terbang dengan mata kepala sendiri. Pada pameran pesawat ternbang ini, diadakan lomba menerbangkan pesawat terbang. Rata-rata pesawat terbang yang dilombakan memang sudah bisa terbang dengan baik. Selesai lomba penerbangan pesawat, Boeing mencoba menemui salah satu pilot yang ada. Boeing bertanya kepada salah satu pilot ,”Bolehkah saya naik pesawat terbang ?” Sang pilot bertanya balik ,”Apa pekerjaanmu ?” Boeing menjawab ,”Saya adalah tukang kayu.” Maka si pilot malah mentertawakannya. “Sudahlah jangan bermimpi, tukang kayu tidak akan bisa naik pesawat terbang”

 

Walaupun Boeing agak tersinggung, tapi dia tetap optimis. Bagi dia yang terpenting pesawat terbang sudah benar-benar ada dan bisa dinaiki. Ketika sampai di rumah Boeing juga tidak mendapat pandangan positif dari ayahnya. Ayahnya berkata ,”Bagaimana pesawatnya ? Tidak menunjukkan kemajuan kan ?” Boeing malah mengalihkan perhatian ,”Ayah, sebaiknya kita beli saja gudang di pinggir danau itu.” Ayahnya berkata ,”Buat apa ?” Boeing menjawab ,”Buat mengembangkan bisnis kayu kita.” Ayahnya berkata ,”Nah, kalau ini ayah setuju. Jangan memikirkan pesawat yang tidak jelas itu.”

 

William Edward Boeing akhirnya mengembangkan bisni kayunya. Diari bisnis penebangan kayu dia kembangkan untuk menjadi bisnis meubel untuk membuat meja, kursi, dan lemari. Hingga umur 30 tahunan, Boeing telah menjadi pengusaha perkayuan yang sukses. Akan tetapi, Boeing tidak puas. Dia mulai berpikir ,”AKu sangat menyukai pesawat terbang, tapai sampai usiaku 30 tahun, aku belum memiliki ilmu sedikitpun tentang pesawat terbang. Akhirnya Boeing memutuskan untuk belajar tentang aeronautika.

 

Ketika belajar tentang aeronautika, Boeing tidak merasa puas dengan apa yang dipelajarinya. Hal ini disebabkan , sang pengajar sendiri masih kurang optimis bahwa pesawat terbang akan menjadi kendaraan manusia di masa mendatang. Namun, pendapat sang pengajar ini justru ditentang oleh salah satu muridnya, yaitu George Conrad Westervelt . Westervelt justru sangat optimis bahwa pesawat terbang akan berkembang pesat dan menjadi kendaraan yang sangat penting. Dari sinilah Boeing sangat tertarik untuk kenal lebih dekat dengan Westervelt.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Boeing :”Kenalkan nama saya William Edward Boeing, panggil saja Boeing”

Westervelt : “Saya George Conrad Westervelt, panggil saja Westervelt”

Boeing :” Kamu kelihatannya sangat memahami tentang pesawat terbang, apa pekerjaanmu ?”

Westervelt : ” Saya seorang insinyur di militer Amerika”.

Boeing :” Pantesan anda sangat tahu tentang peswat terbang. Kenapa tidak segera mewujudkan untuk membuat pesawat terbang saja?”

Westervelt : “Wah, itu butuh biaya yang besar, dan pemerintah Amerika belum mau membiayai”.

Boeing :”Kalau itu sih gampang, aku bisa bantu. Aku punya tempat yang luas di pinggir danau.:

Siangkat kata Boeing dan Westervelt bergabung untuk membuat pesawat terbang. Karena tempatnya di pinggir danau, sengaja dipilih agar pendaratan pesawat di air, sehingga lebih aman. Boeing menyiapkan segala peralatannya, mulai meja gambar, peralatan gambar dan semua bahan untuk membuat pesawat terbang, sedangkan  westervelt yang membuatnya.

 

Perusahaan Pesawat terbang yang dibangun Boeing dan Westervelt diberi nama Pacific Aero Products. Westervelt menggambar model pesawat yang akan dibuatnya. Boeing hanya bisa mengamati saja. Karena lelah melihatnya, akhirnya Boeing malah tertidur.