Search
Friday 20 October 2017
  • :
  • :

Warga Muslim AS Takut dan Khawatir Atas Kemenangan Trump

Warga Muslim AS Takut dan Khawatir  Atas Kemenangan Trump

Sebaguin warga Muslim Amerika Serikat begitu takhut dan khawatir atas kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS. Mereka sangat khawatir hak-hak mereka sebagai muslim akan dicabut. Sebagaimana disampaikan dalam kampanye, Trump akan melarang Muslim untuk datang ke Amerika Serikat.

Mona Musid, salah satu warga AS yang ketakutan atas terpilihnya Trump. Wanita berusia 25 tahun dan berasal dari Dearborn ini begitu khawatir atas kemenangan Donald Trum atas Hillary Clinton.  Musid menonton pidato kemenangan Trump di youtube  di kedai kopi Sturbucks di Deaborn dan mengatakan “ Saya hanya ingin tahu apa yg dikatakan Trump dan kemana arahnya.”

kemenangan-trump

Musid mengatakan bahwa keluarga besarya yang merupakan keturunan Yaman, sangat terkejud dengan kemenangan Trump. Mereka tidak mengerti apa yang akan terjadi. Yang dikhawatirkan Trump akan mengambil semuanya dari mereka.  Berbagai ucapan keras telah keluar dari mulut Trump saat kampanya, bahwa muslim dilarang masuk ke AS. Orang-orang yang masuk ke AS dan berasal dari negara-negara yang angka terorismenya tinggi harus diperiksa secara ketat.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Menurut Hazem Bata, direktur komunitas Islam Amerika Utara mengatakan bahwa “Apa yang kami dengarkan merupakan campuran antara ketakutan serta kekhawatiran. Warga muslim di sini sebagaian besar bukan warga AS asli. Mereka memang masuk ke AS secara legal, akan tetapi mereka bukanlah warga AS”.

Sebenarnya setelah kemenangnnya Trump memberikan pidato yang enak didengar telinga. Trump berjanji akan menjadi Presiden untuk seluruh AS, presiden untuk setiap agama, ras dan suku. Namun orang-orang beranggapan bahwa apa yang dikatakan Trump hanya muncul di bibir saja, faktanya tidak demikian.

Hibba Nasser (19) yang saat ini menjadi mahasiswa di Wayne State University, Detroitmengatakan bahwa kemenangan Donald Trump membuatnya takut keluar rumah. Nasser yang memang sudah mekakai hijab khawatir jika kemenangan Donald Trump menjadi sebab orang-orang semakin benci terhadap muslim. Sebelum pemilupun banyak orang yang menyangka dirinya teroris, sehingga dirinya harus pergi meninggalkan AS.