Search
Saturday 25 November 2017
  • :
  • :

Tugas Risalah Umat Akhir Zaman

Tugas Risalah Umat Akhir Zaman

Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir (penutup para nabi). Tidak akan ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW. Andaikata kondisi umat ini sangat bobrok maka Allah tetap tidak akan mengangkat Nabi. Berbeda dengan zaman dahulu, ketika banyak umat yang rusak akhlaqnya maka Allah SWT mengangkat seorang Nabi untuk memperbaiki akhlaqnya.

Ketika Namrudz menjadi raja yang dzalim, maka Allah SWT mengangkat Nabi untuk memperbaikinya. Namun karena Namrudz tetap ingkar maka Allah SWT mengazabnya. Ketika Fir’aun menjadi raja yang dzalim maka Allah SWT mengangkat Nabi Musa As. Namun karena Firaun tidak taat kepada Allah SWT maka Allah menenggelamkannya di Laut Merah. Ketika kaum Ad ingkar kepada Allah, maka Allah SWT mengangkat Nabu Hud As. Ketika kaum Tsamud ingkar kepada Allah, maka Allah SWT mengangkat Nabu Sholeh As. Ketika kaum Madyan ingkar kepada Allah, maka Allah SWT mengangkat Nabu Syuaib As. Masih banyak nabi-nabi lain yang diangkat oleh Allah SWT yang tidak saya sebutkan di sini.

amar-maruf-nahi-mungkar

Nah, bagaimana dengan kondisi umat akhir zaman ? Bagaimana jika banyak orang yang Dzalim, apakah Allah SWT tidak mengangkat seorang Nabi untuk memperbaikinya ? Jawabannya tidak. Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir, karena itu Allah SWT tidak akan mengangkat seorang Nabi. Tugas Risalah selanjutnya dibebankan kepada umat Nabi Muhammad SAW atau sering dikenal dengan sebutan umat akhir zaman. Umat akhir zamanlah yang harus berdakwah kepada umat lain.

Tugas amar ma’ruf nahi mungkar menjadi tugas umat akhir zaman. Walaupun mereka tidak menerima wahyu, namun Allah SWT tetap menugaskan pada mereka. Hanya saja keistimewaannya Allah SWT tetap menjaga wahyu yang pernah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Al Quran. Firman Allah SWT ini tetap dijaga keasliannya sampai akhir zaman. Allah SWT sendiri yang menjaganya. Karena itulah sampai sekarang Al Quran tetap murni. Tidak ada perbedannya antara Al Quran yang satu dengan yang lain. Yang berbeda adalah terjemahannya. Terjemahan Al Quran bisa berbeda, karena terjemahan adalah bahasa manusia. Jika ada perbedaan arti dalam terjemahan maka kita bisa melihat teks aslinya. Teks asli yang masih bahasa arab tidak ada perbedaan.

Menjelang wafatnya. Rasulullah SAW mengirimkan pasukan ke Syam yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid. Ini merupakan simbolis bahwa Islam harus segera disebarkan ke seluruh dunia. Namun pasukan ini sempat kembali karena Rasulullah wafat. Abu Bakar As Sidiq sebagai khalifah pertama tetap berkeras hati agar pasukan Usamah bin Zaid tetap dikirim.

Pada zaman Kalifah Umar dan Utsman, Islam menyebar dengan begitu cepat. Hal ini disebabkan para sahabat Rasulullah SAW mengemban dakwah yang telah dirintis oleh nabinya. Mereka menyebarkan Islam ke Syam, Iraq,Persia, Afrika dan berbagai tempat lain. Karena itulah Islam merupakan agama yang perkembangannya paling cepat di dunia.

Bagaimana dengan kita sekarang ? Saat inipun kita juga memiliki kewajiban untuk mengemban dakwah. Kita tetap harus menyampaikan nilai-nilai Islam. Paling tidak, kita perlu mengingatkan orang-orang terdekat kita agar Islamnya jauh lebih baik. Kita ajak orang-orang laki-laki yang dekat dengan kita untuk selalu menghidupkan masjid. Kita ajak mereka menjalankan sholat 5 waktu berjamaah di masjid. Begitu juga yang perempuan. Kaum perempuan harus kita ingatkan agar menjalankan sholat 5 waktu secara disiplin. Kaum perempuan juga harus menutup aurat (memakai hijab) ketika keluar rumah.