Search
Tuesday 22 August 2017
  • :
  • :

Tidak Masuk Sekolah Gara-Gara Lumpang

anak kecil di depan pintuSeorang anak kecil yang masih kelas 2 SD di rumah sendirian. Kakaknya pergi kesekolah, sementara ayah dan ibunya juga mengajar di sekolah. Dia sendiri berangkat ke sekolah agak siang. Sekolahnya masuk jam 9.00, sehingga di rumah dia sendirian.

Saat itu semua pintu rumah sudah terkunci, kecuali pintu dapur di belakang. Rupanya si anak ingin ke belakang rumah. Dia melalui dapur yang lantainya tidak rata (masih berupa tanah). Pintu dapur dibukanya ke arah dalam. Saat dibuka, pintu mengenai lumpang. (Lumpang adalaha alat yang terbuat dari batu, untuk menumbuk beras, jagung ataupun kacang). Katika dia menutup pintu, rupanya lumpang tadi menggelundung, karena tanah tidak rata, dan menggelundungnya mengenai pintu.

Si anak rupanya tidak menyadarinya. Dia baru menyadari ketika akan memasuki rumah. Tentunya dia hars melalui dapur karena pintu yang lain sudah terkunci. Pintu memang disetting tidak untuk dibuka ke arah luar, tetapi ke arah dalam. Si anak mencoba mendorongnya, tetapi pintu tidak terbuka. Dengan sekuat tenaga didorongnya, tetapi tidak juga terbuka. Dia intip dari lubang kecil, akhirnya dia baru menyadari kalau pintunya terganjal oleh lumpang yang beratnya kira-kira 40 kilo.

Akhirnya dia coba memanjat pintu. Pintu sedikit terbuka, tapi dia tidak berani, karena takut terjepit. Si anak memang pemalu, tidak terpikir untuk minta bantuan tetangga. Akhirnya dia hanya duduk di situ, terkadang menangis sendirian. Dia tidak bisa berangkat ke sekolah, karena baju seragamnya serta buku dan tasnya masih di dalam rumah. Jadilah hari itu dia tidak sekolah.

Untuk menghibur diri, dia bermain-main dengan ayam kampung yang dimilikinya. Kebetulan ada bekatul di situ, jadi dia bisa memberi makan ayam.Untunglah hari itu jumat, jadi ayahnya pulang lebih awal. jam 11 ayahnya pulang, dan akhirnya membantu membukakan pintu yang terganjal oleh lumpang.