Search
Wednesday 28 June 2017
  • :
  • :

Sungai Brantas

Sungai Brantas

Sungai Brantas adalah sungai terpanjang di Jawa Timur. Sungai ini merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah sungai Bengawan Solo. Sungai ini bermata air di gunung Arjuna,tepatnya di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, daerah Batu Malang, mengalir melalui Malang (bendungan di Ir Sutami), Blitar (bendungan wlingi raya), Tulungagung, Kediri, Jombang, dan Mojokerto. Di daerah Mojokerto ini sungai terpecah menjadi 2, yaitu Kali Mas dan Kali Porong. Kali Mas bermuara di Surabaya, sedangkan kali porong bermuara di Sidoarjo.

sungai-brantas

Panjang aliran sungai Brantas ini adalah 320 km, sementara Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 11.800 km2 atau mencapai 25% dari luas daerah Jawa Timur. Aliran sungai ini memutari gunung berapi yang masih aktif, yaitu Gunung Kelud di Kabupaten Blitar. Curah hujan rata-rata di Sungai ini mencapai 2.000 mm per-tahun dan 85% nya ada di musim hujan. Sungai ini memiliki petensi air permukaan sebesar 12 miliar m3 per tahun, sementara potensi yang telah dimanfaatkan adalah 2,6 – 3 miliar m3  per tahun.

Mulai abad 8 masehi, DAS Sungai Brantas ini  terpakai untuk mendirikan kerajaan Kanjuruhan yang memiliki corak agraris. Peninggalan kerajaan ini adalah prasasti Dinoyo dan Candi Badut. Dalam Prasasti Dinoyo tertulis angka 760 masehi. Ini menunjukkan kerajaan tersebut hidup pada abad ke 8 masehi. Di hulu DAS sungai Brantas inilah pusat kerajaan Kanjuruhan berada. Wilayah ini memang baik untuk mengembangkan sistem pertanian. Sawah bisa terairi dengan irigasi secara teratur. Maka tidak mengherankan jika wilayah ini dijadikan sebagai pusat kekuasaan.

Sungai Brantas serta anak-anak sungai Brantas mempunyai sumber air yang mencukupi  untuk pengairan. Bukti-bukti kuat tentang budaya agraris ini adalah adanya pembangunan sarana irigasi yang tertulis pada prasasti Harinjing di Pare. Pasasti-prasasti ini bertuliskan tahun 804 M atau 726 S , sementara yang lainnya 927 M atau 849 S. Pada prasasti ini dijelaskan pembangunan sistem irigasi  yang berupa tanggul atau bendungan beserta saluran-salurannya. Sistem irigasi ini dalam bahasa mereka disebut dawuhan yang berada di anak Sungai Konto, yaitu Kali Harinjing.

aliran-sungai-brantas

Kehidupan di Jawa Timur tidak bisa dilepaskan dari peranan Sungai Brantas. Hal ini mengingat 60% dari padi yang diproduksi berasal dari sawah-sawah yang berada di lembah sungai Brantas. Akan tetapi saat ini Sungai Brantas memiliki kendala, yaitu menurunnya debit air yang terus menerus setiap tahun. Adanya pendangkalan ini menyebabkan Sungai Brantas tidak bisa lagi dipakai untuk berlayar. Saat ini manfaat sungai Brantas mulai beralih, yaitu dijadikan sebagai sarana irigasi dan sumber air minum bagi beberapa kota di Jawa Timur. Gunung berapi yang masih aktif, yaitu Gunung Kelud dan Semeru memiliki andil yang cukup besar bagi pendangkalan sungai ini. Abu vulkanik yang disemburkan mengalir di sungai ini dan menyebabkan banyak sedimentasi di beberapa bendungan yang ada.

Saat ini memang ada permasalaahan DAS Sungai Brantas yaitu fluktuasi air yang tinggi. Di saat musim kemarau debit aliran terlalu kecil, namum pada musim penghujan debit air terlalu besar sehingga banyak menimbulkan banjir. Kekurangan air ini menyebabkan kekeringan di beberapa sawah, sehingga menyebabkan kegagalan panen dan kelaparan. Sementara kelebihan air di musim hujan bisa menimbulkan banjir yang menelan korban harta dan jiwa.

Kendala lain di sungai ini adalah banyaknya sedimentasi yang diakibatkan oleh letusan Gunung Kelud. Setiap 10 tahun sampai 15 tahun, gunung berapi ini melontarkan material vulkaniknya ke daerah aliran Sungai Brantas.