Search
Wednesday 28 June 2017
  • :
  • :

Self Employee

self employeeDalam cashflow quadrant, pekerjaaan manusia dibagi menjadi empat bagian, employee, self employee, bisnis owner, dan investor. Employee adalah pekerja, atau seseorang yang bekerja pada orang lain, misalnya karyawan, pegawai negeri dan sebagainya. Self employee adalah orang yang bekerja tanpa memiliki bawahan ataupun atasan, misalnya dokter yang praktek di rumah, pengajar privat, pengacara, motivator, artis, pelawak dan lain-lain. Bisnis owner adalah pemilik bisnis, dia bisa menjalankan bisnisnya dengan cara terlibat atau tidak terlibat. Sementara investor adalah orang yang menanamkan uangya di perusahaan, saham, rekasadana dan lain-lain, sehingga dia sama sekali tidak terlibat dalam bisnis.

Apa yang memebedakan antara self employee dengan bisnis owner ? Self employee sangat dipengaruhi oleh dirinya. Jika dia dalam keadaan sakit, mungkin dia tidak akan bisa bekerja, dan ketika itu penghasilannya akan ikut terhenti. Kalau bisnis owner, dia bisa menjalankan bisnis, dengan cara terlinbat ataupun tidak terlibat. Akan tetapi dia jika tidak terlibat, perusahaan akan tetap bisa jalan, sehingga penghasilan dia masih terus berjalan.

Seringkali orang merasa memilliki bisnis, akan tetapi sebenarnya dia adalah self employee. Misalnya seseorang memiliki toko kelontong, tetapi toko ini dijaga sendiri. Memang dia memiliki bisnis, akan tetapi bisnis ini tidak bisa jalan ketika dia memiliki kepentingan pribadi, misalnya menikah, opname atau yang lainnya. Bagaimana kalau kita memiliki rumah makan dan kita memiliki banyak karyawan ? Apakah ini pasti bisnis owner ? Jawabannya adalah belum tentu. Jika anda harus selalu menjaga rumah makan anda, maka sebenarnya anda masih self employee. Misalnya anda harus mengawasi terus keuangan. Jika anda menyerahkan kepada orang lain maka selalu terjadi kesalahan. Maka sebenarnya anda masih self employee. Jika anda harus pergi dari rumah makan karena ada suatu keperluan, maka otomatis rumah makan anda akan tutup.

Secara manajemen, self employee jauh lebih mudah dibuat dibandingkan dengan bisnis owner. Misalnya anda seorang pengacara, begitu anda menerima uang, anda tidak diharuskan membuat pembukuan keuangan. Bisnis owner memang lebih sulit untuk dibuat. Anda harus memiliki kemampuan untuk mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain. Anda harus bisa membuat sistem dalam perusahaan, sehingga jika perusahaan anda tinggalkan maka perusahaan akan tetap bisa jalan tanpa anda. Untuk bisa membuat sistem ini anda harus memiliki kemampuan untuk memilih karyawan, menegurnya jika memiliki kesalahan, dan memecatnya jika perlu. Anda harus bisa membuat aturan-aturan supaya delegasi pekerjaan anda bisa berjalan.

Dengan mengetahui hal ini maka anda harus mulai sadar, apakah bisnis anda menyebabkan anda menjadi self employee atau sebagai bisnis owner. Jika masih self employee usahakan belajar untuk mengubah menjadi bisnis owner. Apakah tidak boleh menjadi self employee ? Tentu saja boleh. Akan tetapi jika anda ingin lebih bebas, dan bisnis anda semakin besar, anda harus mengarah sebagai bisnis owner. Seorang self employee tidak mungkin memiliki 10 rumah makan. Akan tetapi bisnis owner bisa memiliki 10 rumah makan bahkan bisa mencapai 100 atau lebih.