Search
Tuesday 22 August 2017
  • :
  • :

Produktivitas Terkait Dengan Penghasilan

produktivitas karyawanSuatu hari saya berjalan-jalan ke se berbagai pertokoan yang menjual berbagai pakaian. Saat itu saya hanya tertarik untuk melihat-lihat tanpa membeli. Yang saya ingat toko-toko tadi tutup pada jam 9 malam. Suatu hari ketika jam setengah sembilan malam saya melewati toko pakaian tadi dan mencoba mampir. Aneh sekali, toko sudah pada tutup. Padahal di depan toko jelas ada tulisan tutup jam 9 malam.

Kenapa ini bisa terjadi ? Sudah pasti ini terjadi karena tidak ada pemiliknya. Para karyawan yang sudah kecapekan langsung menutup toko-toko tadi.

Apa yang anda lakukan jika anda adalah pemilik toko tadi ? Apakah anda memecat karyawannya dan menggantikannya dengan karyawan baru ? Atau anda harus selalu menjaga toko tadi supaya karyawan tidak pulang lebih awal ? Jika anda langsung memecat karyawan-karyawan anda dan menggantikannya dengan karyawan lain, inipun bukan solusi yang tepat. Hal ini disebabkan iklim penjualan di toko sekitar anda sudah seperti itu.  Kalaupun ada karyawan baru, mereka juga akan terpengaruh oleh toko tetangganya.

Jika anda menjaga toko anda, mungkin ini akan memberikan solusi, akan tetapi terlalu banyak kelamahannya. Jika anda harus menjaga toko, berarti anda hanya bisa memiliki satu toko. Anda tidak mungkin memiliki 10 apalagi 100 toko. Cara  yang paling mudah dan aman adalah anda harus mengaitkan produktivitas karyawan dengan penghasilan. Jika karyawan anda sangat produktif maka penghasilannya harus meningkat juga. Untuk itu kaitkan hasil penjualan dengan bonus karyawan anda.

Mungkin di awal-awal anda merasa rugi dengan metoda ini. Akan tetapi setelah berjalan sekian lama maka akan terjadi kejaiban. Jika toko anda harus tutup jam 9 malam, mendadak karyawan tidak mau menutup jam 9 malam selagi ada penjualan. Sebelumnya jika ada pembeli yang menanyakan produk tertentu dan karyawan kesulitan mencarinya, seringkali mereka mengatakan barangnya habis. Akan tetapi jika penghasilan mereka dipengaruhi oleh produktivitas, maka kondisinya akan berbeda. Walaupun barangnya agak sulit dicari maka karyawan akan berusaha mencarinya. Bahkan terkadang ada hal yang unik. Ketika barang benar-benar habis maka karyawan tidak langsung mengatakan habis. Dia akan berinisiatif, misalnya mencari ke toko sebelah. Asalkan ada keuntungannya dia mencoba melakukan penjualan. Dengan cara seperti ini kita sebagai pemilik ikut diuntungkan juga.

Beberapa toko atau minimarket seringkali kehilangan barang. Berbagai cara sudah dilakukan untuk mencegah adanya kehilangan barang, misalnya dengan menggunakan kamera cctv. Cara ini memang bagus, tetapi belum cukup efektif. Ternyata cara yang paling ampuh adalah pemberian bonus kepada karyawan. Misalnya jika kehilangan kurang dari 0,2% maka karyawan akan mendapatkan bonus. Cara ini ternyata sangat efektif, karena ternyata kehilangan terbesar disebabkan oleh orang dalam sendiri. Dengan pemberian bonus ini karyawan aka berusaha waspada, karena mereka takut bonusnya akan berkurang, sehingga mereka tidak rela jika temannya melakukan pencurian.