Search
Tuesday 22 August 2017
  • :
  • :

Perjanjian Hudaibiyah

Perjanjian Hudaibiyah

 

Pasca Perang Khandaq Rasulullah SAW melakukan umrah bersama 1500 orang sahabat. Saat itu kota Mekah masih dikuasai oleh kaum kafir Quraisy. Walaupun begitu Rasulullah memerintahkan untuk tidak memakai pakaian perang. Rasulullah hanya memerintahkan membawa 1 buah pedang sekedar untuk membela diri.

Perjanjian-hudaibyyah

Akhirnya berangkatlah 1500 orang tersebut menuju ke Mekah. Menjelang mereka memasuki kota Mekah Rasulullah memerintahkan Utsman bin Affan untuk memasuki kota Mekah, meminta izin untuk melaksanakan ibadah umrah. Tidak berapa lama muncul berita bahwa Utsman dibunuh. Mendengar berita ini Rasulullah mengajak para sahabat untuk berbaiat, bahwa mereka akan berperang dengan kaum kafir Quraisy. Mereka berbaiat di bawah pohon dan dikenal dengan baiatur ridwan.

 

Tidak berapa lama ternyata diketahui bahwa berita tersebut salah. Utsman kembali bersama Suhail bin Amr. Suhail yang saat itu belum masuk Islam, menjadi duta bagi kaum kafir Quraisy. Sebenarnya kondisi kaum kafir Quraisy saat itu sedang lemah, karena itu mereka berusaha untuk berdamai dengan kaum muslimin.

 

Akhirnya dibuatlah perjanjian damai antara kaum muslimin dengan kaum kafir Quraisy. Isi perjanjian tersebut jika dilihat dari segi logika manusia sangat merugikan kaum muslimin. Namun Rasulullah melakukan ini atas bimbingan wahyu. Karena itu Rasulullah yakin, bahwa ini adalah kemenangan yang nyata.

 

Pada awalnya di perjanjian tertulis antara Muhammad Rasulullah dan Suhail bin Amr, namun Suhail tidak setuju. Dia mengganti dengan Muhammad bin Abdullah dan Suhail bin Amr. Dia katakana kalau saya tidak mempercayai Muhammad utusan Allah, yang kami percayai adalah Muhammad putra Abdullah.

 

Isi keseluruhan perjanjian Hudaibiyah adalah sebagai berikut :

  1. Tidak saling menyerang antara kaum muslimin dengan penduduk Mekah selama sepuluh tahun.

 

  1. Kaum muslimin menunda untuk Umroh dan diperbolehkan memasuki kota Mekah pada tahun berikutnya dengan tidak membawa senjata kecuali pedang dalam sarungnya serta senjata pengembara.

 

  1. Siapa saja yang datang ke Madinah dari kota Mekah harus di kembalikan ke kota Mekah.

 

  1. Siapa saja dari penduduk Madinah yang datang ke Mekah., maka tidak boleh dikembalikan ke Madinah.

 

  1. Kesepakatan ini disetujui oleh kedua belah pihak dan tidak boleh ada pengkhianatan atau pelanggaran

 

Setelah perjanjian ini Nabi Muhammad kembali ke Madinah. Akhirnya nabi Muhammad memperluas dakwahnya dan mengirimkan surat kepada raja-raja di sekitar Jazirah Arab supaya masuk Islam.