Search
Saturday 25 November 2017
  • :
  • :

Perayaan Tahun Baru

Tahun masehi atau tahun syamsiah secara ilmiah didasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari. Sekali mengelilingi matahari, bumi membutuhkan waktu yang lamanya 365,25 hari. Akan tetapi para ahli tidak membuat satu tahun di kalender lamanya 365,25 hari. Jika dalam kalender satu tahin dibuat 365,25 hari, tentu akan menyulitkan. Intuk itu 1 tahun kalender biasanya sama dengan 365 hari dan setiap 4 tahun sekali menjadi 366 hari. Tahun yang 366 hari ini disebut tahun kabisat, dan ini terjadi pada tahun yang habis dibagi 4 (tahun yang kelilatan 4, seperti 2000, 2004, 2008, 2012, 2016, dan sebagainya).

bumi-mengelilingi-matahari

Pada tahun kabisat ini, bulan februari lamanya 29 hari, sedangkan tahun biasa, bulan februari lamanya 28 hari. Sedangkan bulan lain sama saja antara tahun kabisat dengan tahun biasa. Misalnya, bulan maret selalu 31 hari, baik tahun kabisat maupun tahun biasa. Bulan april selalu 30 hari, baik tahun kabisat maupun tahun biasa. Pada intinya secara kalender, 3 tahun berturut-turut 365 hari , 1 tahun berikutnya 366 hari. Kemudian 3 tahun berturut-turut 366 hari, setelah itu 366 hari. Begitu seterusnya. Dengan demikian secara rata-rata 1 tahun sama dengan 365,25 hari. Dari penelitian ilmiah (peredaran bumi mengelilingi matahari), 1 tahun jelas sama dengan 365,25 hari.

 

Jadi bagi yang merayakan tahun baru, mereka mengalami kesalahan besar jika perayaan selalu diadakan pukul 24.00. Karena 1 tahun yang sebenarnya sama dengan 365,25 hari, jika tahun lalu sudah dirayakan pukul 24.00, harusnya tahun ini pukul 6.00 pagi (ada kelebihan 0.25 hari atau 6 jam), tahun berikutnya pukul 12.00 siang, tahun berikutnya lagi pukul 18.00 sore dan seterusnya ……