Search
Saturday 25 November 2017
  • :
  • :

Perang Tabuk

Perang Tabuk merupakan perang terakhir yang diikuti oleh Rasulullah saw. Perang ini bisa dikatakan sebagai kelanjutan dari perang muktah.

Perang Tabuk

Pada tahun 9 hijriah, banyak sekali kawasan-kawasan pinggiran jazirah Arab yang sudah masuk Islam. Termasuk juga pinggiran jazirah Arab yang sudah masuk ke wilayah Romawi. Negara Romawi merasa terancam dengan kondisi ini. Akhirnya mereka menghukum para kepala suku yang telah masuk Islam. Para kepala suku ini dikumpulkan dan dihukum di tiang salib.

Yang lebih mengejutkan lagi pasukan Romawi juga telah dikirimkan ke Jazirah Arab khususnya untuk menyerang Madinah. Mendengar ini semua Rasulullah segera menyiapkan pasukan untuk menghadapinya. Kondisi saat itu sangatlah berat. Musim panas dengan suhu yang tinggi bisa membuat kulit gosong jika keluar rumah. Godaan berikutnya adalah panen kurma akan segera datang, sehingga setiap orang bisa memiliki alasan untuk tidak ikut berperang. Ditambah lagi pasukan Romawi bukanlah pasukan sembarangan yang bisa dilawan.

Akan tetapi Rasulullah meminta kepada semua kaum Muslimin dewasa untuk ikut berperang. Dengan keimanan yang tinggi mereka menyambut perang ini. Banyak sahabat yang mengorbankan hartanya untuk perang ini. Utsman bin Affan menyumbangkan sepertiga hartanya. Karena dia sangat kaya raya maka sepertiga harta Utsman ini pastilah sangat banyak. Umar menyumbangkan setengah hartanya, sementara Abu Bakar menyumbangkan Seluruh hartanya.

Orang-orang yang tidak ikut berperang hanyalah wanita, anak-anak, orang-orang yang sudah sangat tua dan  orang cacat. Jika mereka tidak masuk ke dalam golongan ini dan tidak ikut berperang maka pastilah mereka termasuk golongan orang-orang munafik.

Jumlah kaum Muslimin yang ikut dalam perang ini mencapai 30.000 orang. Rasulullah sendiri yang memimpin perang ini. Dalam perjalanan Rasulullah memacu untanya dengan kecepatan tinggi. Ini yang menyebabkan bebrapa sahabat tertinggal. Orang-orang munafik yang ketinggalan memilih untuk kembali ke Madinah.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Dalam perjalanan ke arah Tabuk, mereka melewati bekas perkampungan Kaum Tsamud (kaumnya Nabi Shaleh). Rasulullah memerintahkan ketika melewati perkampungan itu hendaknya mereka banyak menangis (mengingat azab yang ditimpakan kepada kaum Tsamud). Mereka tidak boleh mebgambil makanan dan minuman dari daerah itu. Ini merupakan cobaan berat karena kaum muslimin dalam kondisi kehausan dan kehabisan persediaan minuman.

Akan tetapi karena mereka taat pada Rasulullah, ketika melihat minuman mereka tidak mengambilnya. Usai melewati perkampungan kaum Tsamud terjadi Mukjizat. Hujan turun dengan derasnya sehingga kaum muslimin  bisa mengumpulkan air minum.

Perjalanan tentara yang begitu cepatnya membuat mereka kelelahan. Sampai sampai ada yang protes kepada Rasulullah, “Ya rasulullah, para pasukan sangat lelah. Jika seperti ini maka mereka tidak akan kuat berperang”. Akan tetapi Rasulullah tidak memperdulikannya dan tetap melaju menuju Tabuk. Ketika mereka mencapai daerah Tabuk, mereka berhenti di sana. Mereka memperoleh beritabahwa pasukan Romawi mundur dan tidak jadi menyerang jazirah Arab. Hal ini disebabkan pasukan Romawi merasa ketakutan.

Ada 3 sebab yang membuat pasukan Romawi ketakutan. Pertama berdasarkan pengalaman di perang Muktah, kaum muslimin adalah orang-orang yang sangat gigih berperang. Yang kedua melihat gerakan kaum muslimin yang begitu cepatnya dari madinah ke Tabuk, pasukan Romawi menganggap bahwa pasukan yang sekarang tentunya jauh lebih kuat. Yang ketiga mengenai jumlah pasukan. Pada saat jumlah kaum muslimin 3000 orang saja mereka merasa kewalahan, apalagi sekarang menjadi 30.000.

Rasulullah berada di Tabuk selama 19 hari, setelah itu mereka mengajak para sahabat untuk pulang. Banyak juga sahabat yang mengajak supaya mereka maju terus sampai Syam, akan tetapi Rasulullah menganggap ini belum waktunya. Banyak anggota pasukan yang menganggap usaha ini sia-sia. Mereka sudah mengorbankan harta begitu banyaknya, waktu untuk memanen kurma juga dikorbankan, dan ternyata ya perang tidak jadi dilaksanakan.

Dalam perjalanan pulang dari perang Tabuk para sahabat banyak yang kehausan. Ketika tidak ada lagi sumber air, dari tangan Rasulullah keluarlah air bersih yang bisa diminum. Para sahabat mengumpulkan air itu di dalam kantung-kantung air untuk persediaan.

Ternyata perang ini memberikan efek yang sangat baik. Berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya jika sudatu daerah dilalui oleh banyak tentara, maka daerah itu akan mengalami banyak kerusakan, apalagi jika tentaranya mencapai jumlah 30.000. Akan tetapi dalam perang Tabuk ini daerah yang dilalui oleh pasukan rasulullah semuanya tetap baik-baik saja. Ini yang membuat orang-orang kagum, sehingga banyak daerah-daerah yang menyatakan diri masuk islam.