Search
Saturday 25 November 2017
  • :
  • :

Perang Muktah

Usai perjanjian Hudaibiyah, kaum Muslimin di Madinah tidak berperang lagi dengan kaum kaffir Mekah. Kondisi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Rasulullah untuk untuk mengirim surat kepada para raja. Akan tetapi utusan yang dikirim ke penguasa Basrah dibunuh oleh Raja Ghassan (Negara bagian Romawi).

 perang muktah

Membunuh utusan menurut politik manampun termasuk tindakan yang melanggar. Oleh karena itu Rasulullah menyiapkan pasukan untuk menyerang mereka. Romawi adalah salah satu di antara 2 negara adidaya di sampaing Persia.  Bahkan saat itu kekuatan Romawi ada di atas Persia.

Karena kekuatan Romawi ini maka Rasulullah saw menyiapkan pasukan baik-baik. Rasulullah menetapkan 3 pimpinan pasukan, yaitu Zaid bin Haritsah, Jakfar bin Abi Thalib dan Abdullah bin Rawahah. Maksudnya apabila Zaid bin Haritsah mati syahid maka pimpinan digantikan oleh Jakfar bin Abi Thalib. Apabila Jakfar bin Abi Thalib mati syahid maka pimpinan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah. Apabila Abdullah bin Rawahah mati syahid maka kaum muslimin diminta bermusyawarah untuk menentukan pimpinan.

Pasukan Islam saat itu berjumlah 3000 orang. Pasukan Romawi yang terdiri dari orang-orang Yunani dan Arab Nasrani saat itu berjumlah 100.000 orang. Kemudian ditambah lagi dengan Bani Lakam, Qain, Judham, dan Bahra yang sebanyak 100.000 orang sehingga pasukan Romawi berjumlah total 200.000 orang.

Pasukan Muslim dan Romawi bertemu di daerah Muktah, Yordania. Pada awalnya pasukan muslim merasa ketakutan melihat jumlah pasukan Romawi yang begitu banyak. Mereka berpikir untuk menunggu bantuan dari madinah. Akan tetapi Abdullah bin Rawahah memberikan semangat, “Kita di sini tidak berpikir untuk pulang, tapi kita berpikir untuk masuk surge dengan cara mati syahid. Ayo, sekarang surga sudah ada di depan kita, justru apa yang kalian takutkan sebenarnya adalah yang kalian cari.” Apa yang dilakukan Abdullah bin Rawahah ini sangat memotivasi umat Islam untuk bergerak maju.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pertempuran ini memang tidak imbang. Pada akhirnya pimpinan utama Zaid bin Haritsah mati syahid. Dengan demikian bendera pimpinan pindah ke Jakfar bin Abi Thalib. Jakfar bertempur dengan gagahnya sampai akhirnya sebuah pedang menebas tangan kananya sehingga dia memegang bendera dengan tangan kirinya. Tidak berapa lama pedang juga menebas tangan kirinya sehingga dia mendekap bendera yang dengan kedua lengan yang tersisa, sampai akhirnya pedang menebas lehernya.  Setelah itu bendera perang pindah ke tangan Abdullah bin Rawahah.

Dalam keadaan kacau balau bendera islam dipegang oleh Tsabit bin Arqam. Bendera Islam ini diangkatnya tinggi-tinggi agar pasukan Islam tidak kocar-kacir. Pada malam harinya Tsabit bin Arqam menanyakan kepada para sahabat ,”Siapa yang siap membawa panji Islam ini ?” Akhirnya semua mata tertuju pada Khalid bin Walid. Akhirnya Tsabit menyerahkan bendara kepada Khalid bin Walid. Akan tetapi Khalid menolaknya karena dia baru 1 bulan masuk Islam.

Melihat kondisi seperti itu Tsabit bin Arqam bertanya kepada seluruh pasukan, “Apakah kalian ridha jika pasukan kita dipimpin oleh Khalid bin Walid ?” Mereka semua serentak menjawab “Ya”. Maka tidak ada pilihan lagi, Khalid memegang panji Islam itu.

Malam itu Khalid bin Walid berpikir keras bagaimana mengatur siasat perang ketika musuh jumlahnya sanghat banyak. Akhinya Khalid membagi pasukan menjadi beberapa bagian. Ada bagian depan, kiri, kanan, dan tengah. Pasukan kuda ditaruh di belakang di tempat tersembunyi.

Dalam perang ini Khalid sering mengganti pasukan kiri dengan kanan, depan dengan tengah. Pasukan Romawi menganggap ada bala bantuan baru yang datang. Kemudian pasukan kuda yang ada di belekang ditugaskan melemparkan debu-debu di udara, sehingga terkesan bahwa bala bantuan baru datang dari Madinah. Melihat kondisi seperti ini akhirnya pasukan Romawi mundur.

Sebelum pasukan tiba di madinah, Rasulullah diberitahu malaikat Jibril tentang hasil peperangan. Rasulullah naik mibar di masjid Nabawi dalam keadaan sedih sambil meneteskan air mata, “Sesungguhnya pasukan Islam bertempur dengan gagah berani di bawah pimpinan Zaid bin Haritsah. Zaid bertempur dengan gagahnya hingga dia mati syahid. Pimpinan diambil alih oleh jakfar bin abi Thalib hingga dia mati syahid. Akhirnya pimpinan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah hingga dia mati syahid. Setelah itu pimpinan digantikan oleh pedang, di antara pedang-pedang Allah, dan Allah memenangkannya atas kaum Romawi” . Setelah Rasulullah turun mimbar beliau menuju rumah Jakfar bin Abi Thalib untuk memberikan kabar tentanngya.

Dalam perang Muktah ini pasukan muslim yang gugur sebanyak 12 orang sedangakan pasukan Romawi mencapai 20.000 orang. Ketika Pasukan Islam sudah tiba di Madinah, mereka langsung mendapat sambutan atas kemenangannya.