Search
Tuesday 17 October 2017
  • :
  • :

Perang Antara Islam Dan Romawi

Perang Antara Islam Dan Romawi

Sejarah perkembangan Islam tidak lepas dari sejarah keruntuhan Romawi. Orang-orang yang yang membenci Islam mengatakan bahwa agama Islamadalah agama yang didirikan dengan memakai pedang. Pendapat ini sebenarnya salah besar. Walaupun banyak terjadi perang akibat menyebarkan agama, tetapi sebenarnya Islam lebih mengutamakan jalan damai. Perang dilakukan ketika tidak ada pilihan lain.

perang-yarmuk

Perang pertama antara Islam dengan Romawi adalah perang muktah. Penyebab perang ini adalah untusan Rasulullah kepada raja Basrah dibunuh oleh Raja Ghassan (negara bagian Romawi) dibunuh. Membunuh utusan pastilah bertentangan dengan etika manapun, maka bukan salah orang Islam jika akhirnya Nabi Muhammad mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Zaid bin Haritsah untuk menyerang Romawi. Pasukan Islam yang hanya berjumlah 3000 orang tersebut berhasil memukul mundur 200.000 pasukan Romawi.

Pada tahun 9 H banyak sekali wilayah-wilayah pinggiran jazirah Arab yang sudah masuk Islam, termasuk wilayah-wilayah yang masuk ke dalam kekuasaan Romawi. Kondisi ini rupanya tidak disukai oleh Romawi. Mereka akhirnya menghukum para kepala suku yang sudah masuk Islam. Para kepala suku ini dihukum dengan cara disalib. Romawi akhirnya mengirim pasukan untuk menyerang Islam. Dengan konsidi ini akhirnya Rasulullah membawa 30.000 pasukan untuk diberangkatkan ke daerah Tabuk, sehingga peristiwa ini dikenal dengan nama perang tabuk. Namun pasukan Romawi akhirnya mundur dengan jumlah pasukan Islam yang jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya. (Dulu saja dengan 3000 pasukan, Islam berhasil memukul mundur Romawi, apalagi sekarang).

perang-tabuk

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Di akhir hayat Rasulullah SAW mengirimkan pasukan ke Romawi, dipimpin oleh Usamah bin Zaid bin Haritsah, untuk menyerang sekutu Romawi dalam perang Muktah.

Pada masa kepemimpinan khalifah Abu Bakar As Shidiq, Islam disibukkan oleh masalah perang dengan Nabi-nabi Palsu dan perang dengan orang-orang yang tidak mau membayar zakat. Setelah semuanya beres, Islam mulai disibukkan oleh perang dengan Persia. Namun, karena Romawi selalu membuat ulah maka Islam juga menyerang Romawi. Sebenarnya sangat berat, karena saat itu Islam harus menyerang 2 negara adi kuasa. Tapi karena kedua negara selalu mengganggu penyebaran Islam, maka kita tidak memiliki pilihan lain, yaitu didakan perang. Akhirnya di lembah Yarmuk, terjadilah perang besar (Perang Yarmuk). Sebanyak 40.000 pasukan muslim (di bawah pimpinan Khalid bin Walid ) mengalahkan 240.000 pasukan Romawi. Kali ini Romawi benar-benar kalah telak. Perang ini sangat menyebabkan kekuatan Romawi di Syam menjadi sangat lemah.

Di masa Umar bin Khattab, akhirnya Benteng Damaskus jatuh di tangan kaum muslimin. Perang penaklukan benteng Damaskus ini dipimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah. Tidak berapa lama setelah itu Islam juga berhasil membebaskan wilayah Mesir dari kekuasaan Romawi. Setelah itu Yerusalem ditaklukkan dengan damai oleh kaum muslimin. Pemegang kunci Yerusalem mu menyerahkan kunci Yerusalem, tapi harus langsung kepada Umar bin Khattab.

Perang dengan Romawi selalu terjadi dari generasi ke generasi, sampai 8,5 abad kemudian. Keruntuhan total Romawi terjadi pada tahun 1453 M. Penyerangan ini bukan semata-mata hanya ingin menaklukkan Romawi, tetapi karena Romawi selalu berusaha membuat masalah, menciptakan fitnah di sana-sini agar propinsi-propinsi kerajaanTurki Ustmani lepas. Akhirnya Sultam Muhammad 2 yang waktu itu masih berumur 21 tahun, berusaha menyerang Romawi. Sebenarnya Romawi saat itu masih diberi pilihan jalan damai, tetapi Romawi menolaknya. Akhirnya dengan mengerahkan 250 ribu pasukan Sultan Muhammad 2, berhasil menaklukkan pertahanan terakhir Romawi, yaitu Konstantinopel. Setelah ditaklukkan nama kota ini diubah menjadi Islambul (Kota Islam). Ibu kota kerajaan Turki Utsmani akhirnya dipindahkan ke sini.