Search
Tuesday 22 August 2017
  • :
  • :

Penaklukan Mekkah

Penaklukan Mekkah (Fathu Makkah)

Penaklukan Mekkah terjadi pada tahun 8 Hijriah oleh umat Islam, dan dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW. Penaklukan ini disebabkan adanya pelanggaran perjanjian hudaibiyah oleh Kaum Kafir Quraisy. Perjanjian tersebut mengharuskan pihak Kafir Quraisy berdamai dengan kaum muslimin selama 10 tahun.

 

Karena adanya pelanggaran oleh pihak Kafir Quraisy maka Rasulullah SAW mengumpulkan kaum muslimin di Madinah untuk berperang. Namun, Rasulullah merahasiakan arah dan tujuan perang ini. Para sahabat Rasulullah yang mengikuti perang ini berjumlah 10.000 orang. Saat itu kondisi kaum kafir Quraisy memang sangat  lemah. Sehingga dengan kondisi ini penaklukan Mekkah menjadi sangat mudah.

Penaklukan Mekkah

Walaupun Rasulullah merahasiakan tujuan perang ini, namun rahasia ini sempat bocor. Ada seorang sahabat yang mengetahui ini, sehingga dia ingin mememberitahu kepada sanak saudaranya di Mekkah. Akhirnya dikirimlah surat yang dititipkan kepada seorang perempuan. Perempuan tersebut menuju ke Mekkah.

 

Rasulullah SAW akhirnya diberitahu oleh malaikat Jibril bahwa ada seorang perempuan yang membocorkan rahasia rencana penaklukan kota Mekkah. Mengetahui hal ini maka Rasulullah segera mengutus Ali Bin Abi Thalib. Ali segera memenuhi perintah Rasulullah untuk mengejar perempuan yang dimaksud.

 

Ketika Ali menemukan perempuan tadi, perempuan tadi tidak mengaku. Ali selalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rasulullah SAW. Dia segera menggeledah barang yang dibawa oleh perempuan tadi. Namun Ali tidak menemukan apa-apa walaupun sudah menggeledah barang bawaan dan bajunya. Mungkin jika yang diutus oleh Rasulullah adalah orang lain, maka mereka akan menyerah dan berhenti. Ali bin ABi Thalib memiliki keimanan yang tinggi. Jika Rasulullah sudah mengatakan maka pasti benar. Ali pun terus berusaha mencarinya. Sampai akhirnya Ali menemukannya diselipkan di rambut si perempuan.

 

Ali segera membawa perempuan tersebut ke hadapan Rasulullah SAW. Singkat kata, si perempuan memberitahu siapa yang mengutusnya membawa surat itu. AKhirnya si pembuat surat dipanggil. Memang ini suatu kesalahan yang besar, namun Rasulullah SAW tidak menghukum sahabat yang membuat surat ini, karena dia juga termasuk ahli badar. Tujuan dia sebenarnya bukan mengkhianati Rasulullah, namun hanya ingin memberitahu anggota keluarganya.

 

Setelah semuanya siap, akhirnya Rasulullah memberangkatkan pasukan. Ketika pasukan sudah mendekati Mekkah, tepatnya di Mar Al-Zahran, Rasulullah memrintahkan kepada para pasukan untuk menyalakan ribuan obor. Sebelum pasukan menyerang, Abbas bin Abdul Muthalib akhirnya membawa Abu Sufyan bin Harb ke hadapan Rasulullah. Saat itu juga akhirnya Abu sufyan masuk Islam.  Mungkin saat itu Abu Sufyan tidak ada pilihan lain. Karena melihat ribuan obor di malam hari yang begitu banyaknya, sehingga terbayang kengerian jika harus melawan kaum muslimin.

 

 

 

Abu Sufyan akhirnya diminta untuk segera kembali ke Mekkah. Dia mengumumkan pesan yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Barang siapa yang menutup pintu rumah rapat-rapat maka dia aman (tidak akan dilukai apalagi dibunuh). Barang siapa berada di Ka’bah maka dia aman. Barang siapa yang ada di rumah Abu Sufyan maka dia aman. Karena yang mengumumkan ini adalah Abu Sufyan (pimpianan orang Quraisy) maka merekapun menuruti.

 

Peta penaklukan MekkahRasulullah membagi pasukan dibagi menjadi 4 bagian. Keempat bagian ini menyerang dari 4 penjuru mata angin (utara, selatan, timur, barat). Rasulullah mengusahakan agar tidak terjadi pertumpahan darah. Ketika memasuki kota Mekkah, hampir semuanya tidak mengalami perlawanan. Kecuali yang dari arah selatan (pasukan pimpinan Khalid bin Walid) hanya sedikit mengalami perlawanan. Akhirnya Mekkah berhasil ditaklukkan oleh kamum muslimin secara damai.

 

Setelah Mekkah dikuasai, semua berhala dihancurkan. Ada sekitar 360 berhala di Ka’bah, semuanya dihancurkan. Nabi Muhammad Berthowaf 7 kali di Ka’bah. Melihat kebaikan kaum muslimin, akhirnya orang-orang kafir Quraisy berbondong-bondong memeluk agama Islam.