Search
Saturday 25 November 2017
  • :
  • :

Pemanah India Dan Cina

Dua orang pemanah, dari Cina dan India bertanding untuk memanah. Mereka bertanding memanah pada jarak 500 meter. Pemanah dari India memanah duluan. Setelah panah dilepaskan dari busurnya, ternyata tepat mengenai sasaran. Pemanah Cina pun tidak mau ketinggalan. Dia mencoba memanahnya. Setelah anak panah melesat dari busurnys ternyata tidak mengenai sasaran. Anak panah ternyata meleset. Maka pemanah Cina ini langsung mengeluarkan kata-kata kotor. “Dancuk, setan alas. Kurang ajar panah jelek ini”. Pemanah India langsung mengingatkan, “Hai, kamu jangan ngomong gitu. Nanti dewa di langit marah. Kamu bisa disambar petir”.

memanah

Setelah itu diadakan pertandingan lagi. Kali ini jarak sasaran menjadi 400 meter. Pemanah India memanah duluan. Setelah anak panah keluar dari busurnya, langsung mengrnai sasaran. Pemanah Cinapun tidak mai kalah. Segera, anak panah dilepaskan dari busurnya. Ternyata hasilnya meleset. “Dancuk, setan alas. Kurang ajar anak panah ini”. Lagi-lagi pemanah dari India mengingatkan ,”Kamu jangan mengeluarkan kata-kata kotor seperti itu. Nanti dewa di langit matah. Kamu bisa disambar petir”.

 

Akhirnya diadakan pertandingan lanjutan. Kali ini jarak pemanah dengan sasaran adalah 300 meter. Seperti biasa, pemanah dari India memanah duluan. Hasilnya langsung tepat sasaran. Selanjutnga giliran pemanah Cina. Kali ini pemanah Cina hati-hati benar, karena sudah 2 kali kalah. Dia tidak mau kalah untuk ketiga kalinya. Akhirnya diambillah ancang, ancang yang terbaik. Setelah anak panah dilepaskan dari busurnya, ternyata hasilnya meleset. Dipun, langsung marah besar. “Keparat, dancuk, setan alas, krang ajar bener ni anak panah. Tidak mau nurut sama pemiliknya”.

 

Karena sudah tiga kali berkata-kata kotor, akhirnya dewa di langit marah. Dikirimnya petir dari langit untuk menyambar orang Cina ini. Tetnyata petirnya meleset. Langsung saja terdengar suara dari langit ,”Keparat, dancuk, setan alas. Kurang ajar benar ni petir. Tidak mau nurut sama pemiliknya”.