Search
Tuesday 17 October 2017
  • :
  • :

Patung Garuda Wisnu Kencana, Ikon Baru Pariwisata Bali

Patung Garuda Wisnu Kencana, Ikon Baru Pariwisata Bali

Patung Garuda Wisnu Kencana, Ikon Baru Pariwisata Bali

WISATA pantai dan budaya telah lekat dengan Bali. Pulau Dewata kini juga memiliki atraksi baru yang siap menjadi ikon pariwisata, patung Garuda Wisnu Kencana.

“Patung ini diposisikan tidak sekedar ikon prasasti, namun juga melambangkan komitmen Bali atau bangsa Indonesia untuk mengajak masyarakat dunia menjaga planet ini. Dan, GWK merupakan perwujudan Yang Maha Kuasa dalam memelihara Bumi beserta seisinya,” mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Gede Ardika yang ditunjuk sebagai Ketua Yayasan PT GWK, di Bali, belum lama ini.

Diketahui, awalnya kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) adalah lokasi tambang kapur. Tantangan untuk mengembangkan kawasan ini diambil Nyoman Nuarta, sang arsitek yang merupakan perupa asal Kabupaten Tabanan, Bali, dengan menciptakan suatu land art berskala kolosal.

Menurutnya, patung GWK merefleksikan keberadaan manusia yang hanya merupakan satuan kecil di tengah-tengah alam semesta yang luas. Fokus utama dari kawasan GWK adalah monumen Garuda Wisnu Kencana yang berwujud Dewa Wisnu yang duduk di atas burung garuda. Inilah sebuah ikon dunia dan landmark baru di Bali.

Patung berukuran raksasa itu bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata sehingga bisa menjadi tujuan wisata alternatif. Patung GWK akan menjadi salah satu patung tertinggi di dunia, bahkan menyaingi Patung Liberty. Patung GWK memiliki ketinggian kurang lebih 126 meter dengan lebar 64 meter.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Monumen ini sendiri memiliki dua bagian, yaitu patung utama yang terbuat dari kurang lebih 3.000 ton tembaga, dan beberapa bagian dari patung, seperti mahkota dan perhiasan garuda yang akan dilapisi mozaik emas.

Bagian kedua adalah pedestal patung, yang merupakan bangunan seluas kurang lebih 30.000 meter persegi di atas lahan seluas lebih kurang 10.000 meter persegi. Di dalam bangunan pedestal tersebut akan ditempatkan berbagai fasilitas, seperti ruang serbaguna yang dapat digunakan untuk konferensi internasional, galeri-galeri, dan museum budaya Indonesia. Sementara, di dada burung garuda akan dibangun viewing gallery yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan dari titik tertinggi di Bali.

Selain menampilkan sebagai budaya bagi para wisatawan, Kawasan GWK juga menawarkan berbagai fasilitas termasuk tempat wisata kuliner dengan pemandangan spektakuler. Juga, water park yang menyenangkan serta ruang ritel dan pembelanjaan yang lengkap. Kawasan GWK akan memiliki kawasan komersial, sebagai bentuk apresiasi pengembang kepada masyarakat sekitar kawasan.

Untuk menjadikan kawasan ini berskala Internasional, pengembang juga akan memberikan pelatihan pelayanan pelanggan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, terutama bagi pedagang, agar dapat memberikan pelayanan dengan standar Internasional.

“Sebenarnya, gagasan membuat GWK dilatari karena sampai saat ini belum ada yang membuat patung garuda berukuran lebih besar,” ujar Ardika.