Search
Monday 24 July 2017
  • :
  • :

Negara Islam

Perlukah Negara Islam Dibentuk ?

negara islamMisalnya anda pergi ke sebuah kebun binatang. Pada kebun binatang tersebut terdapat sebuah kandang yang memiliki papan bertuliskan “kandang harimau”. Akan tetapi di dalam kandang tidak terdapat harimau, melainkan terdapat kambing. Menurut anda kandang tersebut lebih layak disebut kandang harimau atau kandang kambing ? Tentu saja anda akan mengatakan kandang tersebut adalah kandang kambing.

Negara sebenarnya adalah sebuah wadah, sama seperti kandang. Nama yang diberikan terhadap suatu negara tergantung pada isinya. Jika suatu negara memproklamasikan dirinya sebagai negara islam, tetapi penduduknya tidak ada yang mengamalkan Islam, maka otomatis negara tersebut tidak bisa disebut negara Islam.

Dengan pemahaman ini, sebenarnya kita tidak perlu mendirikan negara Islam. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mendakwahkan keislaman kepada rakyatnya. Apabila semua penduduk sudah mau melaksanakan ajaran Islam secara total, maka otomatis negara tersebut menjadi negara Islam.

Nabi Musa as, Nabi Isa as maupun nabi Muhammad saw sama-sama tidak pernah membentuk negara Islam. Akan tetapi mereka lebih mengutamakan dakwah. Nabi Musa berdakwah kepada orang-orang bani Israel, orang Mesir dan juga penguasanya yaitu Firaun. Nabi Musa sama sekali tidak ada niatan untuk menggulingkan Firaun. Nabi Musa hanya mengajak Firaun taat kepada Allah swt. Setelah berdakwah selama puluhan tahun, akhirnya Allah swt memerintahkan supaya Nabi Musa as mengajak umatnya untuk meninggalkan Mesir, dan atas izin Allah swt Firaun meninggal di perjalanan ketika mengejar Nabi musa dan pengikutnya. Setelah itu umat nabi musa tidak berada di bawah kekuasaan negara manapun, sehingga negara Islam terbentuk dengan sendirinya. Saat itulah turun perintah dari Allah swt yang mengatur pemerintahan, misalnya ketika ada orang mencuri tangan harus dipotong, ketika orang berzina maka hukumannya dicambuk atau dirajam.

Ketika Nabi Isa as berdakwah, daerah tempat dakwah Nabi Isa as berada di bawah kekuasaan Raja Herodes. Tidak pernah sekalipun Nabi Isa as memiliki niat untuk menggulingkan kekuasaan raja Herodes. Nabi Isa as berdakwah kepada bani Israel saja, tanpa menyusun kekuatan militer. Akan tetapi sampai Nabi Isa as dipanggil Allah swt, negara Islam belum terbentuk. Dengan demikian Nabi Isa as tidak pernah memberikan aturan pemerintahan kepada kaumnya.

Nabi Muhammad saw berdakwah kepada seluruh umat, dimulai dari bangsa Arab yang tinggal di Mekah. Pada saat itu Arab tidak berada di bawah kekuasaan negara manapun. Di arab, mereka memiliki kelompok-kelompok yang disebut kabilah. Setiap kabilah saling mementingkan kelompoknya sehingga mudah sekali terjadi peperangan. Ketika di Mekah, Nabi Muhammad saw tidak pernah sekalipun berusaha membentuk negara. Masyarakat Mekah sebagian besar menolak dakwah Nabi Muhammad saw. Akhirnya Nabi Muhammad saw menyampaikan dakwahnya kepada orang Yastrib, mereka mudah sekali menerima dakwah Nabi Muhammad saw. Ketika itu ada 2 kabilah besar di Yastrib, yaitu kabilah Aus dan Kasraj. Kedua kabilah ini seringkali bermusuhan. Ketika dua kabilah ini sama-sama masuk Islam, mereka menjadi rukun.

Ketika Nabi Muhammad saw, hijrah ke Yastrib, otomatis masyarakat Yastrib tidak mungkin mengangkat pimpinan dari kabilah Aus maupun Kasraj, mereka mengangkat Nabi Muhammad saw untuk menjadi pimpinan. Saat itulah negara Islam terbentuk dengan sendirinya. Nama Yastrib diubah menjadi Madinah. Di Madinah ini ayat-ayat Al Quran yang berisi tentang aturan pemerintahan mulai diturunkan.

Nah, sekarang bagaimana dengan kita ? Sebenarnya kita tidak perlu memiliki niat untuk mendirikan negara Islam. Tugas kita hanyalah berdakwah, bagaimana agar umat manusia taat kepada Allah. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana agar setiap laki-laki yang sudah baligh bisa melaksanakan sholat 5 waktu di masjid. Jika setiap laki-laki dewasa selalu menjalankan shalat 5 waktu di masjid, otomatis para wanita akan menutup aurat. Apakah negara Islam terbentuk atau tidak, maka itu bukan urusan kita.

Jika suatu negara memiliki pemerintah yang dzalim, maka pemerintah itu tidak akan hancur oleh rakyat muslim yang menyerang. Akan tetapi jika rakyat muslim tadi melakukan dakwah secara istiqomah maka otomatis pemerintah yang dzalim tadi akan hancur.