Search
Tuesday 22 August 2017
  • :
  • :

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan

 

Keraton ini merupakan keraton di Cirebon yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana (putera raja Pajajaran) pada tahun 1529 pada masa perkembangan Islam. Pada mulanya Keraton Kasepuhan merupakan perluasan dari keraton tertua di Cirebon, yaitu Keraton Pakungwati. Lokasi Keraton Pakungwati adalah di sebelah timur Keraton Kasepuhan. Keraton Pakungwati juga dibangun oleh Pangeran Cakrabuana pada tahun 1452.

keraton kasepuhan

Keraton ini merupakan keraton yang paling megah dan terawat di kota Cirebon. Setiap sudut keraton ini  memiliki makna sejarah tersendiri. Halaman yang ada di depan dibatasi oleh tembok yang terbuat dari bata merah, dan di dalamnya terdapat pendopo.

 

Keraton Kasepuhan memiliki gerbang Utama di sebelah utara, sementara pintu gerbang kedua berada di sebelah selatan. Setelah melalui jembatan pangrawit maka akan sampai di depan keraton. Di sini ada 2 bangunan, yaitu Pancaniti dan Pancaratna.

Keraton-Kasepuhan-Cirebon

Pada bagian depan keraton terdapat alun-alun, yang diberi nama Alun-Alun Sangkala Buana. Tempat ini dulunya dipakai sebagi tempat latihan keprajuritan yang selalu di adakan setiap hari sabtu. Karena itulah acar tersebut diberi nama Saptonan.  Di alun-alun ini juga dulunya diadakan perayaan Negara, selain itu tempat ini juga dijadikan tempat berkumpulnya rakyat saat mereka mendengarkan pengumuman yang disampaikan oleh Sultan.

 

Di sebelah barat keraton terdapat masjid Agung. Masjid ini didirikan oleh Wali Songo dan dikenal dengan nama Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Di bagian timur alun-alun, dulunya adalah pusat perekonomian raknyat. Sekarang tempat ini dikenal dengan nama pasar kasepuhan.

 

 

Keraton Kasepuhan beralamat di jalan Kasepuhan no 43. Tepatnya berada di Kampung Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Cirebon, Jawa Barat . Tempat ini bisa ditempuh kira-kira 30 menit dari terminal Harjamukti dan juga 30 menit dari stasiun kereta api kejaksan.