Search
Wednesday 28 June 2017
  • :
  • :

Kenapa Mesti Satu ?

rumah-makanKarena lapar, suatu hari saya mampir di rumah makan. Ketika saya lihat-lihat, saya langsung memilih rumah makan yang kelihatan ramai. Biasanya kalau ramai makananya enak. Yang pasti kalau ramai, tidak ada makanan yang disimpan terlalu lama.

Ketika saya mencoba makan, ternyata memang benar masakannya enak, tempatnya bersih dan pelayannya ramah-ramah. Ketika membayar, saya mencoba bertanya, “Mbak, rumah makan ini sudah ada berapa lama ?” Jawabannya adalah, “Wah sudah lama sekali, mungkin sudah lebih dari 10 tahun.” Saya mulai tertarik untuk bertanya lagi, “cabangnya sudah ada berapa mbak.” Kasir tadi langsung menjawab ,”Ga ada, cuma ada satu ini saja.”

Aneh memang, di Indonesia ini banyak sekali bisnis yang begitu laku, tetapi cabangnya hanya satu.  Padahal kalau pemilik memiliki banyak cabang, tentu saja penghasilannya akan meningkat. Saya juga pernah bertanya kepada pemilik bisnis, “Pak, bisnis anda ini begitu besar. Banyak sekali dibutuhkan orang, kenapa hanya ada satu. Bapak kan bisa buka cabang lebih banyak?” Ternyata apa jawabannya ? Ada beberapa kemungkinan jawaban ,”Wah, mengurus satu saja sudah susah, gimana kalau saya punya banyak ?” Ada lagi yang menjawab ,”Tidak ada uang untuk membuka cabang”. Masih ada beberapa jawaban yang lain.

Jika anda mengatakan bahwa mengurus banyak akan sangat repot, bisa jadi yang salah adalah mindset berpikir. Banyak sekali orang yang bisnisnya puluhan cabang, tetapi dia bisa santai, jalan-jalan keliling dunia, sementara bisnis dia tetap berjalan normal. Bagaimana agar cara ini bisa tercapai ?  Seseorang kadang merasa repot jika memiliki satu cabang. Hal ini disebabkan dia sendiri yang mengawasi bisnisnya dari pagi sampai malam, sehingga jika memiliki lebih dari satu cabang, maka harus mengawasi semuanya. Nah, untuk mengatasi ini anda harus bisa merekrut orang yang tepat.  Jangan sampai anda berpikir, “Hari gini susah mencari orang yang jujur, sehingga saya tidak berani mendelegasikan pada orang lain”. Sebenarnya yang anda perlukan adalah memiliki sistem yang baik, sehingga orang akan sulit berbuat tidak jujur.

Jika anda berpikir tidak punya modal untuk membuat cabang, sementara bisnis anda juga sudah banyak konsumennya, ini juga merupakan mindset yang salah. Kalau bisnis anda ramai, anda akan mudah membuka cabang dengan memakai modal orang lain. Jauh lebih mudah membuka cabang dibandingkan dengan membuka bisnis baru yang belum jelas untung ruginya. Jika anda membuka bisnis baru, sementara anda mencari modal dengan mengajukan proposal-proposal kepada orang kaya, maka kemungkinan besar anda ditolak. Walaupun proposal anda bagus, banyak sekali pemilik  modal yang enggan memberikan uangnya. Hal ini disebabkan bisnis anda belum teruji. Berbeda jika anda sudah memiliki satu bisnis yang hidup. Tanpa membuat proposalpun, orang akan lebih mudah memberikan modal. Hal ini disebabkan mereka merasa yakin bahwa bisnis kemungkinan besar akan berhasil, karena sudah ada contoh yang tepat.

Ada lagi orang yang memiliki sebuah bisnis, semua karyawannya adalah keluarga sendiri. Tentu saja hal ini mudah, karena keluarga sendiri cenderung lebih mudah dipercaya. Akan tetapi ketika bisnisnya sudah ramai, dia tidak memiliki keberanian untuk membesarkan bisnisnya. Hal ini disebabkan kalau bisnisnya tambah besar, maka karyawannya harus bertambah, sementara anggota keluarganya semuanya sudah dipekerjakan. Nah, solusi kasus ini mirip dengan kasus pertama. Anda harus mulai belajar merekrut orang yang tepat. Nah, selamat mencoba mengembangkan bisnis anda.