Search
Tuesday 17 October 2017
  • :
  • :

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW dilahirkan di kota Mekah, pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun gajah atau 20 April 571 Masehi. Pada saat itu orang Arab belum memiliki perhitungan tahun, sehingga setiap tahun diberi nama sesuai dengan kejadian besar yang terjadi di tahun itu. Pada tahun itu terjadi penyerangan oleh Raja Abrahah dari Yaman dengan menggunakan pasukan bergajah. Karena itulah tahun itu disebut tahun gajah. Namun penyerangan Abrahah mengalami kegagalan total, karena Allah SWT mengirimkan burung ababil yang membawa batu-batu dari neraka. Batu-batu tersebut dijatuhkan sehingga mengenai pasukan Abrahah hingga tewas.

muhammad

Menurut perhitungan Nabi Muhammad SAW lahir 50 hari setelah penyerangan pasukan Abrahah. Ayah Nabi Muhammad adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, sementara ibunya adalah Aminah Binti Wahab. Sayangnya Abdullah meninggal di saat Nabi Muhammad masih berada dalam kandungan, sehingga Nabi Muhammad terlahir dalam keadaan yatim.

Ibunda Nabi Muhammad, Siti Aminah merasakan bahwa kandungan yang dialaminya tidak seperti orang lain. Dia tidak merasa terbebani dengan kandungan itu. Pada saat mengandung, suatu malam Siti Aminah milihat cahaya yang memancar dari perutnya bergerak menuju Persia dan Syam. Ini adalah isyarat bahwa nanti anak yang dikandungnya akan memberikan ajaran yang bisa menguasai Persia dan Syam.

Ketika Nabi Mummad lahir, tidak berapa lama beliau dicarikan ibu susuan. Pada mulanya orang-orang tidak mau menjadi ibu susuan buat Muhammad. Alasannya adalah Muhammad adalah anak yatim. Mereka khawatir jika menyusukan Muhammad, mereka tidak mendapatkan apa-apa. Sampai suatu saat seseorang bernama Halimatus Sya’diyah mau menjadi ibu susuannya. Pada awalnya Halimah juga tidak mau, namun karena dia tidak mendapatkan bayi susuan, akhirnya diambilnya Muhammad.

Ternyata, ketika dia memberikan susunya kepada Muhammad, keberkahan mulai tampak pada keluarganya. Air susu yang tadinya susah keluar, menjadi mudah keluar. Keledai yang ditungganginya menuju Mekah, tadinya berjalan sangat pelan, namun ketika pulang keledainya justru berjalan lebih cepat, sehingga dia lebih cepat mencapai rumahnya dibandingkan orang lain (padahal sewaktu menuju Mekah, Halimah ketinggalan rombongan).

Nabi Muhammad mendapatkan susuan dari ibu Halimah selama 2 tahun. Halimah merasa keberatan ketika harus mengantarkan Muhammad pulang ke Mekah. Akhirnya ketika sampai di Mekah, Halimah meminta izin untuk membawa kembali Muhammad. Permintaan tersebut akhirnya dikabulkan oleh Abdul Muthalib. Hingga usia 5 tahun akhirnya Muhammad dikembalikan ke ibundanya, Siti Aminah. Namun Nabi Muhammad tidak lama hidup bersama ibundanya. Karena ketika usia 6 tahun ibunya meninggal. Jadilah Muhammad kecil yatim piatu. Akhirnya Nabi Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib.

Namun saat usia 8 tahun, kakek tercintanya meninggal dunia. Paman-paman Nabi Muhammad sangat ingin merawat Nabi Muhammad. Namun menjelang wafatnya, Abdul Muthalib menyerahkannya kepada putranya yang dipercaya, yaitu Abu Thalib. Nabi Muhammad hidup bersama pamannya yang bernama Abu Thalib ini cukup lama, sampai beliau berusia 25 tahun.