Search
Tuesday 22 August 2017
  • :
  • :

Kambing

Kambing adalah salah satu binatang mamalia berkaki empat yang memamah biak. Binatang ini memiliki ukuran sedang dan banyak dijadikan binatang ternak. Kambing ternak memiliki bahasa ilmiah Capra aegagrus hircus, adalah sub spesies kambing liar yang banyak tersebar di Asia Barat daya dan Eropa. Salah satu dari ciri khas kambing adalah tanduknya. Baik kambing jantan maupun betina sama-sama memiliki tanduk. Akan tetapi kambing jantan memiliki tanduk yang lebih besar. Tanduk ini sering dipakai sebagai senjata untuk mempertahankan diri.

 Kambing lokal

Biasanya kambing memiliki janggut, ekor agak ke atas dan dahi yang berbentuk cembung. Seluruh tubuhnya dipenuhi rambut lurus dan agak kasar. Umumnya panjang tubuh kambing liar yaitu 1,3 meter sampai 1,4 meter, sedangkan ekor sekitar 12 cm sampai 15 cm. Kambing betina dewasa bisanya memiliki berat badan antara 50 kg sampai 55 kg, sementara kambing jantan biasanya memiliki ukuran yang jauh lebih besar yaitu sekitar 120 kg.

 

Kambing-kambing liar banyak tersebar di seluruh daratan Eropa sampai Asia, mulai dari Spanyol, sampai India, ke India Utara, Mongolia, hingga Siberia. Kambing sangat menyukai habitat yang berupa daerah pegunungan yang dipenuhi batu.

 

Sejak 8000 sampai 9000 tahun yang lalu, kambing telah banyak dibudidayakan. Di habitat alam, kambing biasanya hidup berkelompok, mereka membentuk kelompok dalam jumlah 5 sampai dengan 20 ekor. Anehnya kelompok ini dipimpin oleh kambing betina yang paling tua, sementara kambing-kambing jantan bertugas menjaga keamaanan kelompoknya. Kambing aktif mencari makan, baik siang maupun malam hari. Makanan utama dari kambing adalah daun-daunan dan rumput-rumputan. Sementara kambing ternak biasanya mendapatkan lebih banyak variasi makanan. Kulit pisang, sisa nasi dan bekatul merupakan makanan yang sangat disukai oleh kambing ternak.

 

Seringkali masyarakat tidak bisa membedakan antara kambing dengan domba. Kambing jelas berbeda dengan domba. Tanduk pada kambing biasanya lurus, sedangkan tanduk pada domba biasanya melengkung. Suara kambing dengan domba juga berbeda. Sepintas memang hampir sama. Sama-sama berbunyi embek. Pada kambing suara embeknya cenderung bergetar, sementara pada domba cenderung mendatar.

 

Perkembangbiakan pada kambing dengan melahirkan anaknya. Biasanya sekali melahirkan dihasilkan 2 sampai 3 ekor anak, setelah usia buntingnya 150 sampai 154 hari. Anak kambing yang baru lahir dalam waktu 2 sampai 3 jam biasanya sudah bisa berlari-lari. Biasanya hewan mungil ini aktif mencari susu ibunya. Pada umur 4 bulan biasanya kelamin kambing sudah dewasa. Dalam satu tahun, kambing bisa beranak hingga 2 kali. Karena itulah perkembangbiakan kambing bisanya sangat cepat. Andaikan kambing tidak dimakan manusia dan tidak menjadi sasaran binatang buas, maka populasi kambing tentunya tidak terkendali. Di alam liar, kambing seringkali menjadi mangsa harimau, singa, serigala dan binatang buas lainnya.

 

Dalam hari raya Islam (Idhul Adha) kambing bisaanya dijadikan hewan qurban. Ketika Nabi Ibrahim menyembelih anaknya (Nabi Ismail) atas perintah Allah maka Allah menggantikannya dengan kambing (dalam versi lain domba). Dalam ajaran Islam binatang ternak (khususnya kambing) bisa dijadikan salah satu sumber pelajaran yang sangat penting bagi manusia. Seluruh bagian tubuh memiliki manfaat bagi manusia.

 kambing

Kambing dipelihara untuk diambil daging atau susunya. Biasanya daging kambing dijadikan sate. Sate kambing merupakan makanan khas Indonesia yang banyak penggemarnya. Biasanya sate kambing banyak dijual oleh orang Madura perantau. Susu kambing juga memiliki kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi manusia. Kulit pada kambing bisanya bisa diolah untuk berbagai keperluan. Walaupun begitu kulit kambing ini juga sering dijadikan makanan (kikil). Kulit kambing ini bisa dijadikan bahan sepatu, jaket, penutup bedug dan lain-lain. Kotoran kambing bisanya dijadikan pupuk kandang yang sangat bermanfaat bagi kesuburan tanaman.

 

Dalam kepercayaan Cina Kambing mewariskan sifat mandiri. Shio kambing terjadi secara periodik setiap 12 tahun, yaitu 1943, 1955, 1967, 1979, 1991, 2003, 2015. Orang yang lahir pada tahun-tahun shio kambing ini biasanya memiliki kemandirian yang tinggi. Mereka memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan sendiri. Orang-orang ini tergolong dalam aliran Yin. Pada umumnya memiliki kecocokan dengan shio kelinci dan shio anjing.

 

 

Jenis-jenis Kambing

 

Kambing kacang

 

Kambing ini merupakan kambing ras yang unggul yang merupakan generasi kambing unggul pertama di Indonesia. Badan kambing ini agak kecil. Untuk kambing jantan tingginya mencapai 60 cm, sedangkan betina hanya 56 cm. Biasanya bobot kambing jantan hanya mencapai 25 kg, sedangkan kambing betina bobotnya hanya mencapai 20 kg. Kambing ini memiliki rambut lurus dan pendek serta daun telinga yang tegak. Tanduk-tanduk pada kambing kacang ini memang pendek, baik tanduk kambing betina maupun tanduk kambing jantan.

 

 

Kambing Etawah

 

Kambing jenis ini didatangkan dari Negara india, yang di negara asalnya disebut sebagai kambing Jamnapari. Kambing ini memiliki ukuran jumbo, untuk kambing jantan tingginya mencapai 90 cm sampai 127 cm. Sedangkan kambing betinya hanya mendapai ketinggian 92 cm. Biasanya kambing jantan memiliki berat badan 91 kg sedangkan kambing betina hanya mencapai 63 kg. Daun telinga kambing etawah ini agak panjang, sehingga terkulai ke bawah. Sementara tanduk kambing ini tegolong pendek, baik untuk kambing jantan maupun kambing betina. Kambing ini sangat disukai peternak karena bisa menghasilkan susu yang sangat banyak. Dalam satu hari seekor kambing betina mampu menghasilkan susu hingga 3 liter. Kelemahan kambing etawah ini biasanya kurang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan Indonesia, sehingga angka kematian kambing ini cukup tinggi. Hasil hibrida (keturunan silang) antara kambing etawah dan kambing lokal Indonesia sering diberi nama kambing PE (Peranakan Etawah). Kambing PE ini lebih bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan Indonesia dibandingkan kambing Etawah. Ukuran kambing PE ini hampir sama dengan ukuran kambing etawah.

 

 

 

Kambing Peranakan Etawah

Kambing ini disingkat dengan nama kambing PE, merupakan hasil kawin silang antara kambing etawah dengan kambing kacang. Kambing ini memiliki sifat-sifat yang mirip etawah, namun juga memwarisi sifat-sifat kambing kacang. Bentuk muka pada kambing PE ini adalah cembung, postur tubuh tinggi dan telinganya menggelambir. Usia bunting kambing PE ini adalah 148 hari, sedangkan siklus birahinya 23 hari. Angka kawin per kebuntingan sekitar 1,95.

 

 

Kambing Jawarandu

Kambing Jawarandu juga merupakan hasil perkawinan silang antara kambing Kacang dengan kambing etawah. Ciri khasnya kambing ini memiliki sifat setengah kambing kacang dan setengah kambing etawah. Susu yang dihasilkan kambing jawarandu ini mencapai 1,5 liter per hari.

 

 

Kambing Saanen

 

Asal mula kambing ini adalah Saanen, Swiss. Keunikannya, kambing ini tidak memiliki tanduk, baik kambing jantan maupun kambing betina. Telinga, hidung dan badan kambing ini berwarna belang hitam, sedangkan warna rambut kambing ini cenderung putih atau krem pucat. Dahi pada kambing ini berukuran lebar, sedangakan daun telinganya tegak dan berukuran sedang. Kambing ini bisanya dijadikan kambing perah atau kambing penghasil susu.

 

 

Artikel lain yang berkaitan dengan hewan

Kerbau

Sapi

Bebek

Ayam

Angsa

Itik manila

Merpati