Search
Tuesday 22 August 2017
  • :
  • :

Kambing Gunung

Kambing Gunung

Kambing Gunung memiliki nama ilmiah Oreamnos americanus merupakan mamalia yang memiliki kuku, tetapi tanduknya pendek, bengkok dan warnanya hitam. Pinggiran kuku kambing ini tajam, serta melindungi telapak lunak yang posisinya di bagian dalam. Dengan kuku kuat ini kambing gunung bisa mencengkeram batu karang. Seringkali binatang ini disebut dengan nama Rocky Mountain, karena kebiasaannya yag suka memanjat gunung, dan banyak dijumpai di daerah Rocky Mountains.

Kambing GunungHewan ini sebenarnya tidak termasuk kambing, tetapi dia adalah antelop seperti halnya rusa ataupun kijang. Karena penampilannya mirip kambing, akhirnya orang-orang memberi nama kambing gunung.

Persebaran

Kambing gunung mempunyai tempat tinggal pada tebing-tebing yang terjal, menyebar dari Alaska sampai Amerika Serikat (Rocky Mountains), terdapat juga di Asia tengah, sampai India. Hewan ini memiliki kemampuan yang handal dalam hal memanjat melebihi binatang-binatang lain, bahkan melebihi manusia. Hal ini cukup menarik adalah karena tubuhnya yang berbentuk kambing, tetapi punya keahlian memanjat seperti halnya kera. Kuku pada kambing gunung terbelah dua, sementara jari kakinya berbentuk lebar, sehingga memiliki keseimbangan yang tinggi. Di bawah telapak kaki terdapat bantalan yang kasar, sehingga bisa membuat cengkeraman yang kuat seperti sepatu para pendaki yang alami. Kambing gunung memiliki tenaga yang kuat, gerakannya gesit dan bisa membuat lompatan sejauh 12 kaki.

Binatang yang memiliki julukan Rocky Mountain ini merupakan pendaki yang sangat ahli, bisa berjalan pada tebing-tebing terjal serta mampu melintasi es. Biasanya jika bitantang melintasi es pasti akan terpeleset, sementara kambing gunung bisa berjalan dengan nyaman. Bulu kambing gunung cukup tebal, ukurannya panjang, warnanya putih, bulu di punggunnya berbentuk bulu tengkuk. Warna bulu yang putih ini menyebabkan kambing gunung tidak begitu terlihat ketika berada di salju, sehingga mengamankan dia dari pemangsa. Kambing gunung memakan lumut serta tumbuh-tumbuhan gunung yang lain.

Tingga badan kambing gunung dari kaku hingga ke bahu sekitar 91 cm, sementara berat badannya sekitar 91 kg. Jenggot pada kambing gunung ukurannya cukup panjang dan bentuknya sangat khas. Bulunya yang tebal seperti mantel merupakan pelindung tubuhnya dari hawa dingin serta angin di pegunung ataupun daerah salju. Bulunya yang tebal ini bagaikan jas putih yang menjadi alat komuflase ketika berada di daerah bersalju.

Kambing gunung betina lebih banyak menghabiskan sebagain besar waktunya bersama anak-anaknya. Sementara kambing gunung jantan lebih sering hidup menyendiri, atau berkumpul dengan dua sampai tiga ekor kambing gunung jantan yang lain. Saat musim semi induk kambing gunung melahirkan satu sampai dua anak. Setelah anak-anak kambing ini berumur satu tahun tingginya (dari kaki hingga kepala) bisa mencapai satu meter atau setinggi pundak manusia dewasa.