Search
Wednesday 28 June 2017
  • :
  • :

Jual Lebih Mahal Supaya Laku

jual perhiasan emasMungkin anda akan keheranan dengan judul artikel ini. Bagaimana mungkin kita bisa menjual produk dengan harga lebih mahal dan produknya malah laku. Tentu saja kalau anda menjual bensin dengan harga lebih mahal saya jamin tidak akan laku. Ini berlaku juga untuk beras, sabun dan lain-lain. Orang pasti memilih harga yang paling murah. Produk yang seperti ini disebut komoditi.

Ada sebuah kisah seperti ini. Lima orang sales diminta untuk menjual emas di bandara. Setelah beberapa jam pimpinan mengirim sms dan menanyakan sudah ada yang laku atau belum.  Ternyata tidak ada yang laku. Akhirnya pimpinan mengirim sms , “Ya sudah sekarang buatlah harga menjadi 1/2). Maksud si pimpinan harganya menjadi setengah dari harga semula. Empat orang anak buahnya mengerti, hanya ada satu orang yang tidak mengerti.

Setelah beberapa jam menjual pimpinan mengirim sms lagi menanyakan apakah barangnnya sudah habis atau belum. Empat orang anak buahnya mengatakan tidak laku. Anak buah yang kelima jawabannya berbeda, “Bos, luar biasa jurusnya. Semuanya habis. Setelah harga saya naikkan 2 kali ternyata malah habis.” Pimpinan heran mendapat jawababn sms nya. Anak buah ini tidak paham maksudnya, dia menaikkan harganya tetapi malah habis. Ada yang aneh memang. Perhiasan emas bukanlah komoditi. Ini adalah barang yang unik. Berapapun harga, pembeli kesulitan membandingkannya dengan tempat lain, karena bentuknya tetap saja berbeda.

Jadi, kalau anda tidak berani menaiikkan harga, mungkin saja terjadi 2 kerugian. Pertama, mungkin penjualan anda hanya sedikit atau bahkan tidak laku sama sekali. Yang kedua adalah pasti, margin keuntungan anda juga kecil.

Jika anda menjual produk-produk yang eksklusif, maka anda harus menjual 10 kali lipat modal anda, minimal 5 kali lipat. Hal ini disebabkan produk-produk eksklusif biasanya butuh biaya promosi yang lebih tinggi.

Mobil-mobil mewah, dijual dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan mobil biasa. Bahkan bisa sampai dua puluh kali lipat dibanding mobil biasa. Apakah kenyamannya sampai 20 kali lipat ? Tentu saja tidak. Apakah biaya pembuatannya sampai 20 kali lipat ? Tentu saja juga tidak. Akan tetapi dengan harga mahal si pembeli merasa menjadi orang hebat setelah membeli. Di sinilah produsen berhasil memainkan emosi pembeli.