Search
Tuesday 17 October 2017
  • :
  • :

Gajah

GAJAH

Gajah merupakan mamalia darat terbesar yang masih hidup sampai sekarang. Gajah berada dalam famili Elephantidae dengan ordo Proboscidea. Dalam Bahasa orang awam, ada dua jenis gajah, yaitu gajah Asia (Elephas maximus) dan gajah Afrika (Loxodonta africana). Akan tetapi dalam perkembangannya para peneliti mengetahui bahwa gaja hutan Afrika (Loxodonta cyclotis) berbeda dengan Gajah semak Afrika (Loxodonta africana).

GajahGajah tersebar di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan seluruh Afrika sub sahara. Famili Elephantidae merupakan satu-satunya famili dalam ordo Proboscidea yang masih ada, sementara famili yang lain kini sudah punah, yaitu mastodon dan mammoth. Pejantan gajah Afrika saat ini menempati rekor sebagai binatang darat terbesar di dunia dengan tinggi badan mencapai 13 kaki (4 meter) sementara massa badan mencapai 7.000 kg (15,000 lb).

Selain ukurannya yang besar, gajah juga memiliki ciri-ciri yang khas, yaitu belalai, gading dan daun telinga yang lebar. Bentuk belalai yang panjang memang sangat mencolok dan tidak terdapat pada mamalia yang lain. Belalai atau proboscis bisa dipakai untuk banyak hal, memindahkan benda, menghisap air dan untuk bernafas. Gading pada gajah sering dianggap taring, padahal sebenarnya adalah gigi seri yang tumbuh memanjang. Gading merupakan senjata pada gajah, bisa juga dipakai untuk memindahkan benda serta menggali tanah.

Daun telinga yang lebar berguna untuk mengatur suhu tubuh dari gajah. Yang membedakan gajah Asia dan Afrika adalah pada gajah Asia daun telinganya tidak begitu lebar, punggungnya cembung sementara daun telinga gajah Afrika sangat lebar dan punggung yang agak cekung.

Gajah yang merupakan binatang herbivora memiliki berbagai macam habitat, di antaranya gurun, hutan, sabana, dan rawa-rawa. Gajah cenderung tinggal di area yang dekat dengan air. Dibandingkan dengan kerbau, gajah cenderung memilih air yang bersih. Gajah memiliki dampak tertentu terhadap lingkungan sehingga gajah sering dianggap sebagai spesies kunci. Karena ukurannya yang besar, hewan-hewan lain cenderung menjaga jarak dengan gajah. Bahkan binatang-binatang predator seperti harimau, singa, macan tutul, serigala, hyena sering menghindari gajah. Kalaupun mereka mencoba memangsa gajah, mereka cenderung memilih gajah muda dan menunggu waktu di malam hari.

Kehidupan gajah betina berbeda dengan gajah jantan. Gajah betina biasanya membentuk kelompok keluarga yang terdiri dari satu betina dan anak-anaknya. Bisa juga kelompok ini terdiri dari beberapa betina yang memiliki hubungan baik dengan anak-anaknya. Pemimpin kelompok ini disebut matriark, biasanya betina gajah tertua. Kelompok gajah ini mempunyai struktur fisi-fusi, artinya antara beberapa kelompok gajah bisa saling bertemu untuk melakukan sosialisasi.

Gajah jantan biasanya meninggalkan kelompoknya ketika usianya telah memasuki masa puber. Selanjutnya mereka akan hidup menyendiri atau hidup bersama dengan satu atau dua jantan lain. Gajah jantan dewasa berusaha melakukan interaksi dengan kelompok keluarga gajah betina saat mencari pasangan. Ketika terjadi peningkatan jumlah hormon testosteron pada gajah jantan meningkat, maka secara naluriah gajah jantan akan mencari kawanan gajah betina untuk menyalurkan nafsu birahinya. Setelah terjadi perkawinan biasanya gajah betina akan hamil. Sifat kekeluargaan gajah menyebabkan kelompok gajah selalu melindungi temannya yang hamil sampai melahirkan.

Anak gajah selalu mendapat perlindungan dari kawanan gajah betina. Anak gajah ini selalu bergantung kepada induknya selama lebih kurang tiga tahun. Gajah memiliki usia yang sangat panjang, bisa mencapai 70 tahun ketika hidup di alam bebas. Gajah melakukan komunikasi dengan sesamanya melalui penciuman, penglihatan, sentuhan, dan suara. Keistimewaan gajah adalah bisa melakukan komunikasi suara menggunakan gelombang infrasonik (perioda getaran di bawah 20 Hz) , sehingga tidak terdengar oleh manusia. Dengan cara ini gajah bisa berkomunikasi dengan sesamanya sampai jarak 5 km. Karena itulah jika seseorang menyiksa gajah di alam bebas, tidak berapa lama akan ada kawanan gajah yang datang untuk menolongnya. Gajah termasuk binatang yang memiliki kecerdasan tinggi yang sebanding dengan cetacea dan primata. Bahkan gajah memiliki empati yang sangat tinggi kepada sesame gajah lain yang hampir mati ataupun yang sudah mati.

Saat ini International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan gajah Afrika ke dalam golongan binatang yang rentan, sedangkan gajah Asia saat ini masuk ke dalam binatang yang terancam punah. Yang menjadi ancaman utama bagi keberadaan gajah adalah perdagangan gading gajah yang menyebabkan adanya perburuan liar. Hal lain yang mengancam adalah habitat yang hancur karena adanya penebangan hutan secara liar serta konflik dengan manusia. Di Asia gajah sering dijadikan sebagai binatang pekerja. Pada zaman dahulu gajah sering dijadikan kendaraan untuk perang. Salah satu kerajaan yang melengkapi pasukan perangnya dengan memakai gajah adalah kerajaan Persia. Saat ini gajah tidak dijadikan kendaraan perang lagi. Gajah lebih sering dipelihara di kebun binatang dan dijadikan hewan sirkus. Orang seringkali menggunakan gajah dalam penggambaran seni, agama, cerita rakyat, budaya popular dan sastra.