Search
Saturday 21 October 2017
  • :
  • :

Bilal Bin Rabah

Bilal Bin Rabah

bilal-bin-rabah-al-habasyiBilal Bin Rabah ra adalah sahabat Rasulullah yang termasuk golongan orang-orang pertama yang memeluk Islam. Bilal dilahirkan di kota Mekah 43 tahun sebelum hijrah. Ayah beliau bernama Rabah (keturunan Arab) sedangnkan ibunya Hamama, keturunan Habsyi (Afrika). Bilal merupakan budak dari Umayyah bin khalaf.

Bilal masuk Islam secara diam-diam tanpa diketahui majikannya. Ketika majikannya mulai tahu, dia memaksa Bilal untuk kembali kepada agama semula. Akan tetapi Bilal tidak mau, karena keimanannya yang semakin menguat. Akhirnya Bilal mendapatkan siksaan yang sangat kejam.

Umayyah Bin Khalaf adalah sahabat dekat Abu Jahal. Dia selalu berusaha menyikasa Bilal  agar kembali kepada agama semula. Beliau dibawa ke padang pasir sambil dilepas pakaiannya. Di tengah padang pasir yang membakar itu Bilal dipukul oleh para tukang pukul dari golongan Quraisy.Bilal juga dibaringkan di pasir yang membakar tadi.

Umayyah berkata kepada Abu Jahal ,”Bagaimana kalau dia kita bunuh saja?” . Kata Abu Jahal ,”Jangan, kalau kita membunuhnya, maka nanti akan terkesan bahwa kita lemah. Saya punya ide, dia kita pakaikan baju dari besi, terus dibaringkan di padang pasir, sambil kita paksa untuk mengatakan Latta dan Uzza. Dia pasti tidak akan kuat dan minta ampun supaya dilepaskan’”

Ide Abu jahal tersebut dijalankan, Bilal disiksa dengan memakai baju besi, dan dibaringkan di pasir yang panas. Ketika dipaksa untuk menyebut Latta dan Uzza, maka Bilal malah mengatakan “ahad, ahad”. Umayyah dan Abu Jahal merasa geram dengan kondisi Bilal yang tidak mau berubah.  Bilal terus dijemur di bawah panas terik matahari yang membakar. Akan tetapi, karena kondisi keimananya yang semakin menguat maka dia tetap tabah dan tidak mau menyerah.

Berhari-hari bilal disiksa terus-menerus. Karena tidak mau menyerah, akhirnya Abu Jahal mencari cara agar Bilal menyerah. Dia mengambil batu besar dan ditaruh di atas dada Bilal. Dengan cara ini Bilal akan mengalami sesak nafas. Akan tetapi Bilal tidak mau menyerah dan terus mengatakan “ahad, ahad”. Bilal hanya mengharap pertolongan dari Allah swt.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Berita tentang disiksanya Bilal akhirnya sampai juga ke telinga Rasulullah saw. Akhrinya Abu Bakar Shidiq ra berinisiatif untuk membebaskan Bilal. Dia menemui Umayyah Bil Khalaf yang kala itu berada di padang pasir menyiksa Bilal. Abu Bakar berkata ,”Sampai kapan kamu menyiksa Bilal.” Umayyah berkata, ”Sampai dia mau mengatakan Latta dan Uzza”.

Abu Bakar berkata ,”Bagaimana kalau budak ini saya beli ?” Akhirnya Umayyah memberikan harga yang mahal, yaitu sebesar 9 tahil emas. Dia sengaja memberikan harga yang mahal supaya Abu Bakar tidak mau membelinya. Dalam hati Umayyah berkata, “Seandainya dia tidak mau menjual dengan harga tadi, aku akan tetap menjualnya sekalipun harganya 1 tahil emas.”  Abu Bakar juga berkata dalam hati ,”Seandainya dia tidak mau menjualnya dengan harga tadi, saya akan tetap membelinya walaupun harganya 100 tahil emas.”

Ketika Abu Bakar sudah membayarnya, Umayyah menyerahkan Bilal kepada Abu Bakar. Akhirnya Abu Bakkar memindahkan batu yang dipakai untuk menindih Bilal. Karena begitu beratnya, Abu Bakar tidak mampu memindahkannya. Akhirnya batu bisa pindah setelah dibantu beberapa orang.

Setelah dibeli oleh Abu Bakar, Bilal dibebaskan. Bilal tidak pernah berpikir bahwa dia akhirnya akan bebas dari perbudakan. Ketika Rasulullah saw memerintahkan hijah ke Yastrib (Madinah), akhirnya Bilal juga ikut hijrah.

Bilal memiliki suara yang merdu. Ketika Rasulullah saw memrintahkan Adzan untuk memanggil umat ke masjid, beliau menunjuk Bilal sebagai Muadzin. Bilal ra juga selalu ikut serta dalam setiap jihad. Bilal begitu mencintai Rasulullah saw. Ketika Rasulullah Saw wafat, Bilal begitu sedih sehingga beliau meninggalkan Madinah.

Sauatu hari Bilal bermimpi bertemu Rasulullah swa. Beliau berkata,”Hai bilal, tidak maukah engaku menziarahiku ?” Akhirnya Bilal datang ke Madinah. Ketika Bila sampai di Madinah, Hasan dan Husin meminta agar Bilal mengumandangkan Adzan. Ketika mengumandangkan Adzan, Bilal tidak mampu adzan sampai selesai. Hal ini disebabkan ketika mengucapkan “Asyhaduanna Muhammadarrasulullah” beliau langsung menagis keras akibat rasa cintanya yang begitu mendalam kepada Rasulullah Muhammad saw.

Bilal bin Rabbah ra wafat pada tahun 20 Hijriah. Beliau dimakamkan di Damsyik.