Search
Tuesday 17 October 2017
  • :
  • :

Beli Rumah Tanpa Uang

beli rumah tanpa uangMungkinkah beli rumah tanpa uang ? Ada yang mengatakan tidak mungkin. Jika anda berkata tidak mungkin maka anda pasti tidak akan pernah melakukannya. Jika anda mengatakan mungkin, belum tentu juga anda mampu melakukannya.

Terus, apakah cara ini benar ? Kalau tidak pakai uang, terus pakai apa ? Tentu saja pakai uang. Tidak mungkin pakai daun. Istilah beli properti tanpa uang sebenarnya diajarkan oleh para guru properti. Cara ini bisa dikatakan benar, karena benar-benar kita tidak mengeluarkan uang. Hanya saja kita membelinya memakai uang orang lain dan properti menjadi milik kita.

Robert T. Kiyosaki mengatakan, hutang ada dua macam, yaitu hutang yang baik dan hutang yang buruk. Hutang yang buruk adalah kalau kita hutang maka kita bayar pakai uang kita sendiri. Hutang yang baik adalah kalau kita hutang maka orang lain yang membayarnya. Makin seru kan ? Saya dulu sama sekali tidak memahami kata-kata ini. Akan tetapi saya mulai memahami ketika saya mempelajari properti.

Ada seseorang yang membeli properti seharga Rp 540 juta (properti ini berupa rumah kos-kosan). Dia menghubungi beberapa bank untuk pembelian ini. Bank biasanya mau meminjamkan sampai 80% dari harga properti. Akan tetapi bank biasanya tidak menggunakan harga jual beli. Dia akan menghitung sendiri harga propertinya. Setelah dihitung oleh bank, ternyata harganya adalah 800 juta. Dengan demikian, harga yang dipinjamkan oleh bank adalah 80% x Rp 800 juta = Rp 640 juta. Jadi karena harga beli adalah Rp 540 juta, otomatis dia mendapatkan uang Rp 640 juta – Rp 540 juta = Rp 100 juta.

Jadi, bisa dikatakan pembeli telah membeli properti, tetapi bukan kehilangan uang, akan tetapi dia mendapatkan uang Rp 100 juta. Bukankah ini menarik ? Enak mana beli dapat uang atau beli kehilangan uang ? Tentu saja lebih enak beli dapat uang.

Akan tetapi pembeli ini setiap bulan harus mencicil hutangnya ke bank. Dia harus mencicil Rp 6,4 juta tiap bulan ke bank. Wah, lama-lama bisa tekor. Akan tetapi ternyata properti dia berupa kos-kosan yang tiap bulannya menghasilkan Rp 10 juta. Otomatis dia bisa mendapatkan uang 3,6 juta tiap bulan. Bisa dikatakan hutrang dia ke bank dibayarin oleh orang lain (penghuni kos). Enak bukan ?

Nah, inilah cara yang luar biasa. Syaratnya adalah anda harus bisa memlih properti yang tepat. Propertinya harus di bawah harga pasar, dan harus dalam keadaan tersewa. Plus, sewanya harus bisa mencukupi cicilan anda. Oke, beranikah anda mencobanya ?