Search
Monday 24 July 2017
  • :
  • :

9 Mitos Terkait Kepribadian Introvert

Banyak sekali mitos-mitos seputar atau terkait orang introvert. Mereka dideskripsikan sebagai seseorang yang suka menyendiri, pemalu, dan tidak suka berinteraksi dengan orang lain. Tapi apakah semua deskripsi ini benar? Berikut 9 mitos mengenai orang-orang dengan kepribadian introvert.

1. Semua introvert itu pemalu dan semua orang pemalu itu introvert

Semua introvert itu pemalu

Semua introvert itu pemalu

Seseorang yang pemalu sering disebut sebagai seseorang yang introvert dan mereka sangat sering dikaitkan. Sebenarnya, pemalu sama sekali tidak ada hubungannya dengan introvert. Introvert tidaklah berarti mereka takut terhadap orang lain.

Orang-orang yang introvert hanya membutuhkan alasan untuk berinteraksi. Berbeda dengan ekstrovert yang berinteraksi dengan orang lain dengan dasar menginginkan interaksi itu sendiri. Banyak introvert yang tidak pemalu. Mereka percaya diri dengan dirinya sendiri dan tidak takut berinteraksi dengan orang lain. Malu hanyalah sebuah karakter yang dapat dimiliki semua orang.

2. Introvert tidak suka berbicara

Introvert tidak suka berbicara

Introvert tidak suka berbicara

Jika ekstrovert suka membicarakan apapun yang ada di pikiran mereka, maka introvert lebih menyukai berpikir terlebih dahulu sebelum mereka berbicara. Mereka adalah pendengar yang baik, mendengarkan lawan bicaranya baik-baik sebelum berbicara kembali.

Jika terlalu banyak orang berada di sekitarnya, sebagai pendengar yang baik seorang introvert akan susah untuk mengimplementasikan semua hal ini, dan mereka lebih memilih untuk diam. Sebagai hasilnya, introvert sering disalahpersepsikan sebagai seseorang yang tidak suka berbicara. Sebenarnya, Mereka suka berbicara namun selektif dalam pembicaraannya. Cobalah membicarakan hal yang disenangi orang-orang introvert, mereka tidak akan berhenti berbicara setelah Anda memulainya.

3. Introvert tidak menyukai berada di sekitar orang lain

Introvert tidak menyukai

Introvert tidak menyukai

Walaupun pada umumnya introvert memang menyukai waktu pribadi atau kesendirian mereka, ide bahwa introvert adalah anti-sosial atau tidak suka keberadaan orang lain sangatlah salah. Mereka hanyalah berinteraksi dalam cara yang berbeda dari ekstrovert, yakni melihat kualitas daripada kuantitas.

Introvert sangatlah menghargai teman-teman mereka. Walaupun keberadaan teman mereka tidak sebanyak ekstrovert, tetapi mereka selalu menjaga kualitas pertemanan mereka. Jika Anda mempunyai teman introvert, maka Anda mungkin mempunyai teman yang akan setia menemani Anda seumur hidup Anda.

5. Introvert lebih intelektual atau kreatif dibandingkan ekstrovert

Introvert lebih intelektual

Introvert lebih intelektual

Banyak sekali artis, filsuf, dan penemu-penemu ternama di sejarah seperti Einstein, Darwin, dan Gandhi, yang disebut-sebut sebagai introvert. Introvert dilihat sebagai seseorang yang lebih pintar, kreatif, tenang, dan intelektual dibandingkan ekstrovert. Ini adalah persepsi atau mitos yang salah. Ketahuilah bahwa semua orang itu intelektual hanya tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkannya.

Kebanyakan kreatifitas muncul dalam sebuah kondisi lingkungan ter-introvert, tapi itu tidak berarti orang-orang dalam lingkungan tersebut adalah orang yang introvert. Introvert dan ekstrovert adalah kedua kepribadian yang sangat penting, dimana satu orang memikirkan jalan dan strategi sedangkan yang lain pergi mengeksekusi strategi itu dan membunuh si naga.

6. Introvert tidak dapat menjadi pemimpin atau pembicara publik (public speaker)

Introvert tidak dapat

Introvert tidak dapat

Melalui sejarah manusia, banyak sekali orang-orang dengan kepribadian introvert yang telah menjadi pemimpin atau pembicara publik ternama, seperti Bill Gates, Abraham Lincoln atau Gandhi. Sebuah koran Amerika menuliskan bahwa dari 10 eksekutif teratas perusahaan, 4 di antaranya adalah introvert.

Untungnya, kita semua dilahirkan dengan bakat kepemimpinan, namun itu semua tergantung kepada diri kita bagaimana kita mengembangkan diri kita menjadi pemimpin yang memang dibutuhkan kebudayaan kita. Terkait berbicara di depan umum, introvert yang memikirkan segalanya matang-matang dapat menjadi pembicara yang lebih baik daripada ekstrovert.

7. Kepribadian introvert itu kasar dan negatif

Kepribadian introvert itu kasar

Kepribadian introvert itu kasar

Karena introvert menyukai dan sangat menghargai waktu pribadi mereka, introvert sering dilihat sebagai seseorang yang memiliki kepribadian buruk. Ironisnya, ini muncul dari persepsi ekstrovert yang berinteraksi dengan introvert di waktu yang tidak tepat.

Para ekstrovert yang menyukai interaksi sosial, merasa tersinggung saat interaksi mereka ditolak oleh introvert. Penolakan ini dianggap sebagai kepribadian introvert terkait salah satu dari hal-hal berikut ini: kasar, tidak suka berinteraksi atau bergaul, dan karakter negatif lainnya.

8. Introvert dapat menjadi ekstrovert

Introvert dapat menjadi ekstrovert

Introvert dapat menjadi ekstrovert

Introvert tidak dapat “disembuhkan atau diperbaiki”, ini merupakan sebuah temperamen yang telah ada sebagai sifat alaim mereka. Sebagaimanapun seseorang berusaha berlaku seperti ekstrovert, dalam dirinya ia tetaplah seorang introvert, ia akan tetap menyukai hal-hal introvert. Hal ini juga berlaku sebaliknya untuk ekstrovert.

Kebudayaan kita yang mengatakan bahwa ekstrovert lebih baik daripada introvert adalah kebudayaan yang salah. Introvert dan ekstrovert adalah kedua hal yang diperlukan dunia ini. Kedua kepribadian ini adalah kepribadian yang saling terikat satu sama lainnya dan mereka saling bahu-membahu.

9. Sangatlah mudah membedakan orang introvert dan ekstrovert

Sangatlah mudah membedakan

Sangatlah mudah membedakan

“Ia suka menyendiri, ia pasti orang introvert”, “ia suka pergi keluar dengan temannya, ia pasti ekstrovert.” Kedua hal ini adalah persepsi yang salah. Untuk membedakan kepribadian seseorang, tidaklah semudah itu.

Banyak introvert yang dapat dengan mudah berpergian keluar, berinteraksi dengan orang-orang, dan pada akhir harinya mereka akan pulang ke rumah dan sangat menghargai waktu pribadi mereka. Kebanyakan hal ini disebabkan karena kebudayaan salah kita yang melihat bahwa ekstrovert itu lebih baik, oleh karena itu sekarang ini banyak sekali introvert yang menggunakan jubah ekstrovert untuk masuk ke dalam kebudayaan tersebut.

Di sisi lain, ketahuilah juga bahwa seorang ekstrovert dapat juga memiliki karakter yang pemalu. Bisa saja ia jarang berbicara, namun ia menyukai keberadaannya di tengah-tengah keramaian. Kita tidak bisa mengatakan seseorang introvert atau ekstrovert dengan mudah sebelum mengenalnya lebih dalam.