Search
Saturday 21 October 2017
  • :
  • :

5 Tempat Wisata Sejarah Untuk Anak Anak

Berwisata merupakan kegiatan menyenangkan, kita bisa bersenang-senang menikmati pengalaman di tempat baru, atau bahkan menimba ilmu dan pengetahuan. Terlebih untuk anak-anak, berwisata tidak saja penting untuk pengalaman hidup mereka, melainkan juga untuk mempelajari kehidupan manusia di zaman sebelumnya. Berikut segalainfo merangkum 5 tempat wisata sejarah untuk anak-anak:

1. Serengati National Park

 Serengati National Park

Serengati National Park

Tempat wisata sejarah Serengati National Park terletak di sebelah Tanzania dan kenya. Serangati National Park merupakan tempat yang tepat bagi anak-anak untuk mempelajari ilmu dan pengetahuan tentang dunia fauna. Serangati merupakan tempat bersejarah bagi dunia fauna di Afrika, karena kawasan ini merupakan tempat migrasi bagi hampir semua jenis hewan ketika terjadi perubahan cuaca. Setiap tahunnya saja sekitar 1,3 juta Wildebeest bersama ribuan zebra dan gazelle melintasi kawasan sabana di Afrika Timur ini. Bahkan panjang barisan hewan yang bermigrasi bisa mencapai 800 Km. Migrasi seringkali terjadi akibat ketersediaan makanan yang semakin berkurang di musim panas. Berdasarkan pengamatan, migrasi besar-besaran terjadi di Serengati National Parkpada Januari hingga Maret. Ketika curah hujan sedang tinggi-tingginya, sehingga banyak rumpu yang tumbuh. Selain karena tempat bersejarah bagi para hewan di Afrika, Serengati National Park pun memiliki keindahan alam luar biasa. Maka tak heran banyak turis dan wisatawan yang berdatangan.

2. Dinosaur National Park

Dinosaur National Park

Dinosaur National Park

Nah bagi yang pernah menonton film ‘Jurrasic Park’ pasti bakal seru dan takjub, ketika mendatangi kawasan wisata sejarah Dinosaur National Park di Alberta, Kanada. Di sebuah pedasaan Alberta pengunjung akan mendapatkan pengetahuan mengenai hewan purba, dinosaurus. Di Dinosaur National Park terdapat sebuah patung Tyranosaurus Rex dengan tinggi 26,6 meter. Para pengunjung pun bisa masuk ke dalam perut dino dan keluar dari mulutnya. Lebih menarik lagi, para wisatawan pun disuguhi pemandangan alam yang indah. Masih di kawasan Alberta, terdapat Royal Tyrell Museum yang merupakan rumah bagi 1.300 fosil dinosaurus. Museum yang dibangun pada 1985 merupakan kawasan yang dilindungi karena tempat banyak ditemukan fosil dinosaurus. Dikabarkan setidaknya ada 35 sisa-sisa spesies dinosaurus yang pernah hidaup di kawasan ini.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

3. Goreme National Park

Goreme National Park

Goreme National Park

Kawasan wisata sejarah yang satu ini letaknya di Provinsi Nevsehir, Turki. Goreme National Park dan Batu Cappadocia bahkan telah dinyatakan sebagai situs yang dilindungi sekaligus warisan dunia oleh Unesco pada 1985. Di kawasan wisata Goreme National Park anak-anak akan mempelajari banyak hal mengenai fenomena alam yang spektakular, seperti erosi yang dapat membentuk sebuah kawasan berbatu. Di Lembah Goreme terdapat batu yang dipahat sejak zaman Bizantium, serta sisa peradaban manusia di abad ke-4 Masehi. Bahkan di masanya kawasan Cappadocia seperti negeri yang terbuat dari tanah liat. Maka bukan kebetulan jika kawasan wisata sejarah yang terletak di tengah-tengah Kota Turki ini merupakan penghasil kerajinan dari tanah liat. Bahkan ada bangunan batu yang dikenal dengan berbagai sebutan seperti Cerobong Peri (bentuknya seperti kerucut es krim), Jamur dan batu lancip.

4. Colosseum Roma

Colosseum Roma

Colosseum Roma

Kalau bangunan yang satu ini tentu tahu dan hapal dong? Karena selain sebagai arena legendaris para gladiator Roma beraksi, Colosseum ini banyak diabadikan diberbagai film-film dunia. Colosseum merupakan bangunan sejarah yang sangat penting bagi keberadaan Kerajaan Romawi, salah satunya untuk membuktikan kehebatan arsitektur Romawi dan kekuatan politik Kerajaan Romawi. Colosseum dibangun di atas lahan 2,5 Hektar, dengan tinggi 48 Meter, Panjang 188 Meter dengan lebar 156 Meter. Colloseum sendiri diambil dari nama sebuah patung Colosus yang tingginya mencapai 40 Meter, patung tersebut merupakan perumpamaan dari sol Dewa Matahari. Colloseum didirikan oleh walikota Roma yang bernama Vespasian (di zaman Dimitianus), namun bangunannya selesai di masa pemerintahanan anaknya, Titus. Colloseum saat pertama kali didirikan mampu menampung sekitar 50.000 penontong yang akan menyaksikan pertunjukkan gladiator.

5. Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta

Dan tempat wisata sejarah yang terakhir adalah Jakarta, Ibukota Indonesia yang dulu pernah memiliki beberapa nama kota mulai dari Batavia hingga Jayakarta. Sobat Unik kawasan Kota Tua atau Batavia Lama ini memiliki luas kawasan sekitar 1,3 kilometer, melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kawasan Kota Tua Jakarta ini memperlihatkan cara Imperialisme yang dilakukan Belanda berjalan di Indonesia. Saat ini Kota Tua Jakarta bukan saja dijadikan monumen peninggalan zaman kolonial, namun banyak yang mengundang terutama wisatawan domestik untuk menikmati liburannya di kawasan ini. Selain Arsitektur bangunannya masih terjaga dan dirawat, seperti Gedung Arsip Nasional, Gedung Chandranava, Vihara Jin De Yuan, Petak Sembilan, Pecinan, Glodok, Gereja Sion, Museum Bank Indonesia, Toko Merah dan Museum Fatahillah dan masih banyak lagi.