Search
Monday 24 July 2017
  • :
  • :

5 Species Kucing Terbesar dalam Sejarah

Mendengar kucing, bayangan kita akan tertuju pada binatang lucu penunggu rumah yang pemalas. Namun tunggu dulu, species kucing zaman pra sejarah ternyata berbadan besar dan buas. Berikut 5 kucing terbesar dalam sejarah:

1. Smilodon

Smilodon

Smilodon

Smilodon adalah kucing terbesar dan paling terkenal dengan taringnya yang seperti pedang. Ini juga kucing terbesar di dunia, yang sering dikenali dengan giginya yang panjang dan tajam. Smilodon memiliki 2 jenis berbeda: Smilodon gracilis (yang badannya lebih kecil) dan Smilodon fatalis. Keduanya sudah punah 10.000 tahun yang lalu. Saat masih hidup, mereka-lah yang merajai habitat kehidupan liar dari utara dan selatan Amerika selama lebih dari 2 juta tahun lamanya.

2. Harimau Pleistosen

Harimau Pleistosen

Harimau Pleistosen

Banyak ilmuwan percaya bahwa Harimau Pleistosen adalah keluarga terdekat dari harimau modern saat ini. Mereka hidup sekitar 2 juta tahun lalu. Berat harimau Pleistosen sekitar 490 kg dengan fosilnya bisa ditemukan di Rusia, Cina, termasuk di Pulau Jawa.

3. Singa Amerika

Singa Amerika

Singa Amerika

Dengan berat hingga 500kg, singa Amerika ini dikenal sebagai kucing terbesar di Amerika Utara dan Amerika selatan pada zaman es terakhir atau sekitar 11.000 tahun yang lalu. Saking besarnya, kucing ini dianggap yang terbesar kedua setelah Smilodon.

4. Machairodus Kabir

Machairodus Kabir

Machairodus Kabir

Tidak seperti kucing bertaring lainnya, ekor Machairodus kabir lebih pendek dan lebih seperti kucing raksasa dibandingkan harimau. Fosilnya ditemukan di Afrika dan Chad, dengan perkiraan berat badannya mencapai 490kg sampai 500 kg. Mereka makan gajah dan badak yang populasinya berlimpah sekitar 12.000 tahun lalu.

5. Homotherium

Homotherium

Homotherium

Homotherium adalah kucing pemberani yang hidup di Eropa 10.000 tahun lalu. Beratnya bisa mencapai 400 kg namun mereka bisa berlari cepat juga. Homotherium adalah pemburu bergerombol dan hanya berhenti berburu di malam hari. Fosilnya dapat ditemukan di Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Asia.