Search
Monday 24 July 2017
  • :
  • :

5 Danau Paling Berbahaya di Dunia

Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau karena adanya mata air. Biasanya danau dapat dipakai sebagai sarana rekreasi, dan olahraga. Namun jangan bayangkan, Anda dapat melakukan semua aktifitas menyenangkan tersebut di danau-danau berikut. Pasalnya, danau di bawah ini mendapat predikat danau paling berbahaya.

1. Danau Karachay, Rusia

Danau Karachay, Rusia

Danau Karachay, Rusia

Danau Karachay, kadang-kadang dieja Karachai, adalah danau kecil yang terletak di pegunungan Ural selatan, Rusia barat. Semenjak tahun 195, Uni Soviet membuang limbah radioaktif dari Mayak ke danau ini. Menurut laporan dari Worldwatch Institute, Karachay adalah salah satu tempat paling tercemar di Bumi. Danau ini telah dicemari oleh sekitar 4.44 eksabecquerel (EBq) keradioaktifan, yang meliputi 3.6 EBq Caesium-137 dan 0.74 EBq Strontium-90. Sebagai bahan perbandingan, bencana nuklir Chernobyl mengeluarkan 5 hingga 12 EBq keradioaktifan, tetapi radiasi ini tidak terpusat pada satu tempat. Tingkat radiasi di wilayah sekitar danau ini pada tahun 1990 diperkirakan sekitar 600röntgen per jam, yang dapat membunuh manusia dalam waktu satu jam.

2. Danau Rakshastal, Tibet

Danau Rakshastal, Tibet

Danau Rakshastal, Tibet

Danau Rakshastal adalah sebuah danau air asin di Tibet, terhampar dekat dengan barat Danau Manasarovar. Dinamakan “Danau setan”, Danau Rakshastal tidak menghasilkan air bersih atau ikan dan penduduk setempat menganggapnya beracun. Danau ini dianggap sebagai rumah dari raja setan Lanka berkepala sepuluh dalam mitos Hindu. Danau Manasarovar, berbentuk seperti matahari, dianggap sebagai ‘kecerahan’ dalam mitologi Buddhisme, sedangkan Danau Rakshastal, berbentuk sabit, yang melambangkan ‘kegelapan’.

3. Danau Boiling, Dominika

Danau Boiling, Dominika

Danau Boiling, Dominika

Boiling Lake Dominika terletak di Taman Nasional Morne Trois Pitons – situs Warisan Dunia Dominika. Danau ini dibanjiri fumarol 6,5 mil (10,5 km) timur Roseau, Dominika. Danau itu diisi dengan gelembung air biru keabu-abuan yang biasanya diselimuti awan uap. Danau ini berjarak sekitar 200 kaki (60 m). Penampakan pertama yang tercatat dari danau itu pada tahun 1870 oleh Mr. Watt dan Dr. Nicholls, dua orang Inggris ysng bekerja di Dominika pada waktu itu. Pada tahun 1875, Bapak H. Prestoe, seorang ahli botani pemerintah, dan Dr. Nicholls ditugaskan untuk menyelidiki fenomena alam. Mereka mengukur suhu air dan menemukan berkisar 180-197 derajat Fahrenheit (82-91,5 derajat Celcius) di sepanjang tepi, tapi tidak bisa mengukur suhu di pusat di mana danau secara aktif mendidih. Mereka merekam kedalaman lebih besar dari 195 kaki (59 m). Danau didih Dominika adalah mata air panas terbesar kedua di dunia. Yang terbesar adalah Danau Wajan, terletak di Lembah Waimangu dekat Rotorua, Selandia Baru.

4. Danau Moboun, Kamerun

Danau Moboun, Kamerun

Danau Moboun, Kamerun

Danau Moboun adalah sebuah danau di West Province, Kamerun, yang terletak di Lapangan vulkanik Oku. Pada tanggal 15 Agustus 1984, danau ini meledak, yang mengakibatkan pelepasan sejumlah besar awan karbon dioksida yang menewaskan 37 orang. Pada awalnya, penyebab kematian adalah misteri, dan menyebabkan seperti serangan terorisme yang awalnya dicurigai. Penyelidikan lebih lanjut, menjelaskan bahwa danau ini ternyata mengandung racun.

5. Danau Kivu, Rwanda

Danau Kivu, Rwanda

Danau Kivu, Rwanda

Danau Kivu terletak di perbatasan antara Republik Demokratik Kongo dengan Rwanda, di Afrika Tengah. Danau Kivu bermuara ke Sungai Ruzizi, yang ke selatan mengalir ke Danau Tanganyika. Danau Kivu adalah salah satu dari tiga danau yang dikenal “meledak” mengeluarkan gas beracun. Danau ini dianggap mematikan karena ada banyak sekali gas berbahaya terlarutkan dalam lapisan bawah permukaannya – karbon dioksida, dan metana (sekitar 55 miliar meter kubik itu) yang dihasilkan oleh bakteri di danautersebut. Jika aktivitas vulkanik memicu ledakan metana atau pelepasan yang menyebabkan karbon dioksida, bisa menyebabkan bencana mengerikan, karena dua juta orang tinggal di lembah Danau Kivu.