Search
Monday 24 July 2017
  • :
  • :

10 Misteri Terbesar Dunia Penerbangan

Penerbangan MH370 dari Malaysia Airlines menghilang dari layar kontrol lalu lintas udara dan radar pada Sabtu malam. Pesawat itu sedang terbang pada ketinggian 35.000 kaki ketika semua komunikasi terputus, tanpa ada sinyal darurat yang menyala. Saat pencarian dilanjutkan dan waktu terus berjalan, misteri seputar apa yang terjadi pada penerbangan MH370 terus bertambah. Tapi ini bukan pertama kalinya misteri dan intrik yang menyelubungi industri penerbangan terjadi. Kadang-kadang, misteri-misteri tersebut akhirnya bisa terpecahkan, namun yang lainnya masih meninggalkan pertanyaan yang belum terjawab. Berikut ini adalah kilas balik 10 misteri terbesar dalam sejarah penerbangan.

Malaysia Airlines flight MH370

Malaysia Airlines flight MH370

10. Amelia Earhart – 1937

Amelia Earhart adalah seorang perintis penerbangan asal Amerika yang pada 1932 menjadi wanita pertama yang terbang seorang diri mengelilingi Samudra Atlantik. Lima tahun kemudian dia melancarkan sebuah misi untuk mengelilingi dunia. Setelah menempuh 35.000 km dari total perjalanan sejauh 46.000 km, Earhart masih harus mengarungi perjalanan terakhir di atas Samudra Pasifik. Pesawat Earhart menghilang saat mendekati Howland Island. Meskipun sudah dilakukan pencarian besar-besaran yang menghabiskan dana jutaan dolar, mereka tidak pernah menemukan jejak pesawatnya. Earhart dinyatakan meninggal pada 1939, namun spekulasi mengenai kondisi yang meliputi kematiaannya masih terus bergulir.

9. Segitiga Bermuda – 1940-an

Segitiga Bermuda adalah sebuah area berbentuk segitiga dengan sudut-sudut di Florida, Puerto Rico dan Bermuda, tempat sejumlah kapal dan pesawat sering menghilang tanpa jejak. Berbagai insiden mencakup misteri yang terjadi pada Flight 19, saat sebuah latihan penerbangan yang terdiri dari lima pesawat pengebom AS menghilang ketika sedang terbang di atas wilayah ini. Insiden ini dihubungkan dengan kesalahan navigasi dan pesawat yang kehabisan bahan bakar. Dua pesawat British South American Airways juga menghilang di area tersebut pada 1940-an, namun diperkirakan salah satu pesawatnya kehabisan bahan bakar dan satu lainnya mengalami kesalahan teknis. Walaupun tidak ada insiden baru yang dihubungkan dengan area itu, para ahli teori segitiga Bermuda membuat misteri di wilayah ini tetap menjadi perbincangan hangat.

8. Glenn Miller – 1944

Musisi big band asal Amerika Serikat Glenn Miller sedang dalam penerbangan dari Inggris ke Paris saat Perang Dunia II untuk menghibur pasukan AS di Prancis, ketika pesawat yang dia tumpangi menghilang dalam cuaca buruk di atas Selat Inggris. Tidak ada jejak dari pesawat, kru atau penumpang yang ditemukan. Ada tiga teori di balik kecelakaan tersebut. Pertama, pesawat tersebut ditembak oleh bom Royal Air Force, saat pesawat pengebom Lancaster dipaksa harus membuang muatan bom setelah penyerbuan gagal ke Jerman. Teori kedua muncul dari seorang operator senjata pesawat Perang Dunia II, yang pada 2006 merilis sebuah buku yang mengklaim bahwa tembakannya mengenai pesawat Miller. Teori ketiga keluar dariseorang jurnalis asal Jerman, yang pada 1997 mengklaim dia menemukan bukti bahwa Miller sebetulnya sudah tiba dengan selamat di Paris, namun pada hari setelah kedatangannya dia meninggal akibat serangan jantung saat sedang terlibat hubungan dengan seorang wanita penghibur asal Prancis, dan bahwa militer AS menyembunyikan insiden tersebut.

7. British South American Airways – Star Dust 1947

Star Dust adalah sebuah penerbangan British South American Airways dari Buenos Aires ke Santiago yang mengalami kecelakaan di pegunungan Andes Argentina pada 1947. Pencarian yang dilakukan setelah insiden maut tersebut tidak membuahkan hasil dan nasib pesawat itu masih menjadi misteri selama lebih dari 50 tahun. Tiba-tiba pada akhir 1990-an, potongan dari puing-puing pesawat itu muncul dari sungai gletser yang ada di Andes. Beberapa orang mengemukakan berbagai teori mengenai insiden nahas itu, mulai dari sabotase sampai penculikan alien, namun penyelidikan pada 2000 memutuskan bahwa cuaca merupakan faktor utama yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Diperkirakan para awak pesawat bingung mengenai keberadaan mereka saat terbang tinggi di angkasa dan mereka juga menabrak puncak gunung tersebut. Mereka perlahan-lahan mulai turun, namun gunung tersebut masih diselimuti awan dan kemudian mereka menabrak Gunung Tupungato, sehingga menewaskan semua orang dan persawat itu terkubur di dalam salju dan es.

6. Pan Am flight 7 – 1957

“Clipper Romance of the Skies” dijadwalkan memulai penerbangan keliling dunia pada 1957, menuju ke arah barat dari San Francisco, dan mampir di beberapa tempat lainnya sebelum mendarat di Philadelphia. Tujuan untuk penerbangan leg pertama adalah Honolulu, sayangnya pesawat tersebut tidak pernah sampai di tempat itu. Setelah dilakukan pencarian besar-besaran, pencarian terdahsyat sejak Amelia Earhart, potongan dari puing pesawat itu ditemukan mengambang di laut. Sejumlah 15 jenazah ditemukan dan uji coba toksikologi menemukan adanya karbon monoksida yang melebihi batas normal. Karbon monoksida tersebut dikabarkan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan maut itu. Penyebab pasti kecelakaan itu tidak pernah ditentukan, tapi ada beberapa teori yang diduga mendalangi kejadian tersebut, seperti penipuan asuransi, anggota awak yang tidak puas atau kerusakan mesin.

5. DB Cooper – 1971

Ini adalah perlengkapan milik Hollywood, tidak terjadi di dunia nyata, namun selama lebih dari 40 tahun, BD Cooper masih menjadi kasus pembajakan pesawat yang belum terpecahkan dalam sejarah penerbangan Amerika Serikat. Pada 1971, seorang pria yang menggunakan nama palsu Dan Cooper membeli tiket pesawat untuk penerbangan dari Portland, Oregon ke Seattle, Washington. Saat penerbangan berlangsung, dia memberikan pesan ancaman kepada seorang awak bahwa dia membawa sebuah bom di pesawat itu dan juga meminta uang tunai sebesar AS$200.000 (sekitar Rp2,1 miliar), parasut serta truk bahan bakar yang sudah disiapkan di Seattle. Maskapai penerbangan tersebut memutuskan untuk mengabulkan permintaannya dan setelah membebaskan penumpang dan mengisi bahan bakar di Seattle (di foto), Cooper dan kru tersebut lepas landas lagi. Saat penerbangan berikutnya ke Reno, bagian belakang pesawat tersebut terbuka dan Cooper terjun keluar. Dia tidak pernah ditemukan. Pada 1980 dua paket berisikan 100 lembar uang AS$20 (sekitar Rp226 ribu) dan paket ketiga berisikan 90 lembar AS$20 (sekitar Rp226 ribu) ditemukan dinegara bagian Washington State, semakin memperkuat asumsi FBI bahwa Cooper tidak selamat saat melompat dari pesawat. Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut mengapa 10 lembar uang dari kantong ketiga itu hilang. Sampai saat ini FBI masih membuka kasus tersebut.

4. TWA flight 800 – 1996

Pada 1996 Trans World Airlines flight 800 meledak dan jatuh ke Samudera Atlantik di dekat negara bagian New York, sehingga menewaskan 230 penumpang pesawat itu. Ledakan di Boeing 747-100 terjadi 12 menit setelah lepas landas dan menurut spekulasi awal, insiden mematikan itu disebabkan oleh serangan teroris. Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (National Transportation Safety Board) melakukan investigasi bencana penerbangan terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat dan menyatakan bahwa kemungkinan penyebab kecelakaan adalah ledakan uap bahan bakar di tanki bahan bakar yang kemungkinan besar disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik. Banyak teori konspirasi bermunculan mengenai ledakan termasuk teori yang menyatakan ledakan terjadi akibat serangan rudal teroris atau Angkatan Laut Amerika Serikat yang menjadi rahasia negara itu.

3. Steve Fossett – 2007

Steve Fossett memiliki beragam profesi. Ia merupakan seorang pengusaha, petualang, penerbang, pelaut dan pemecah rekor. Fossett juga merupakan orang pertama yang melakukan penerbangan solo menggunakan balon udara tanpa henti untuk mengelilingi dunia dan memegang rekor penerbangan solo terpanjang menggunakan pesawat bersayap (fixed-wing aircraft). Pada 2007 Fossett melakukan penerbangan di atas Great Basin Desert, Nevada, namun pesawat yang ia tumpangi gagal mendarat. Otoritas setempat melakukan pencarian selama sebulan sebelum akhirnya dihentikan dan kemudian digantikan dengan pencarian yang dibiayai menggunakan dana pribadi, namun reruntuhan pesawat tidak ditemukan. Pada Februari 2008 Fossett dinyatakan secara resmi sudah tewas. Pada September 2008, seorang pendaki di Pegunungan Sierra Nevada, California menemukan kartu identitas Fossett dan beberapa hari kemudian lokasi terjadinya kecelakaan ditemukan hanya 65 mil (setara 104,6km) dari lokasi lepas landas pesawat. Meskipun pada awalnya tidak ditemukan adanya jasad, pengujian terhadap dua tulang yang ditemukan pada November 2008 menunjukkan kecocokan dengan DNA Fossett. Akhirnya diputuskan kecelakan terjadi akibat beberapa faktor, yakni downdraft (pergerakan udara secara vertikal) yang berlebihan, ketinggian altitudo dan kontur wilayah yang berupa pegunungan.

2. Air France flight 447 – 2009

Sebenarnya menghilangnya pesawat MH370 mengingatkan kita terhadap Air France Flight 447 yang menghilang tidak lama setelah lepas landas dari Rio de Janerio menuju Paris. Pesawat jenis Airbus A330-203 itu terjatuh ke Samudera Atlantik tiga jam 45 menit setelah lepas landas. Dibutuhkan lima hari pencarian hingga akhirnya puing pesawat ditemukan, namun kota hitam pesawat baru ditemukan dari dasar samudera dua tahun kemudian. Analisis kotak hitam menemukan bahwa penyebab kecelakaan adalah kombinasi sejumlah faktor antara lain terbentuknya es (ice build-up), kegagalan mekanis dan kelalaian pilot.

1. Malaysia Airlines flight MH370 – 2014

Menghilangnya pesawat Malaysia Airlines Flight MH370 merupakan misteri yang menarik perhatian banyak pihak, dengan berbagai teori dan pertanyaan yang belum terjawab. Jejak pesawat masih belum ditemukan, meskipun pencarian melibatkan sejumlah negara dan menggunakan berbagai sarana seperti pesawat, kapal dan satelit, menghilangnya pesawat tersebut masih menjadi misteri. Kian banyaknya laporan yang bermunculan mengenai ditemukannya puing pesawat, panggilan lewat ponsel yang tidak dijawab dan kemungkinan sang pilot berbalik arah membuat misteri ini kian menarik. Teori pembajakan dan terorisme sangat ramai diperbincangkan karena tidak ada sinyal yang dikirimkan dari pesawat, namun seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan pesawat tersebut terus mengirimkan sinyal ke satelit selama empat jam setelah pesawat dilaporkan hilang. Hal ini mengindikasikan pesawat saat itu.