Search
Saturday 21 October 2017
  • :
  • :

10 Kiper Cadangan Paling Sabar

Setiap pemain sepakbola pasti tidak ingin menghabiskan kariernya hanya duduk dibangku cadangan, namun para kiper ini dengan sabar menghabiskan sebagian kariernya menjadi penghangat bangku cadangan.

10. Raimond van der Gouw (Manchester United, 1996-2002)

Raimond van der Gouw

Raimond van der Gouw

Setelah sukses 13 tahun berkarier di negara asalnya, Belanda, Raimond van der Gouw memtuskan hijrah ke Manchester United untuk menjadi pelapis dari Peter Schmeichel. Selama 6 tahun bersama MU, Ia hanya bermain sebanyak 37 kali sampai akhirnya hijrah ke West Ham dan pensiun di Belanda bersama AGOVV pada usia 44 tahun. Ia menjadi bagian dari tim MU yg meraih treble di tahun 1999.

9. Júlio Sérgio (AS Roma, 2006-…)

Júlio Sérgio

Júlio Sérgio

Sempat menjadi kiper utama Santos, Julio Sergio memutuskan untuk bergabung dengan AS Roma pada tahun 2006. Sayang kariernya banyak dihabiskan sebagai pengganti Alexander Doni, Marteen Stekelenburg sampai yg kiper utama sekarang Morgan De Sanctis. Walaupun begitu Ia masih bertahan sampai sekarang menjadi kiper ketiga dibelakang Morgan De Sanctis dan Bogdan Lobont. Ia sudah bermain sebanyak 49 kali bersama AS Roma di Serie-A.

8. Stuart Taylor (Arsenal, 1997-2005)

Stuart Taylor

Stuart Taylor

Delapan tahun berseragam Arsenal, Stuart Taylor hanya bermain sebanyak 18 kali, termasuk 10 kali saat musim 2001-2002 sehingga Ia berhak mendapat medali juara Premiership. Sempat digadang-gadang menjadi salah satu kiper paling potensial di Inggris, kariernya “mati” selepas pindah dari Arsenal. Ia kini menghabiskan kariernya sebagai kiper cadangan di beberapa klub seperti Aston Villa, Manchester City sampai Reading.

7. Henrique Hilário (Chelsea, 2006-…)

Henrique Hilário

Henrique Hilário

Kiper yg sempat terkenal karena ketiban “durian runtuh” saat Petr Cech dan Carlo Cudicini cedera sehingga Hilario dipercaya menjadi kiper utama Chelsea saat itu. Awal kariernya tidak buruk karena menjadi kiper utama selama di Naval dan Academica sehingga FC Porto memboyongnya untuk menjadi pelapis Vitor Baia. Namun ia gagal masuk skuad inti dan dipinjamkan ke 4 klub sampai mendapatkan kembali performanya bersama Nacional Madeira. Selama 7 tahun di Chelsea sejak 2006, Hilario hanya bermain sebanyak 20 kali di Premiership, namun Ia sempat dipanggil ke timnas Portugal menjadi kiper cadangan Ricardo di kualifikasi Piala Dunia 2010. Dengan kedatangan Mark Schwarzer, kini Ia hanya menjadi kiper ketiga di Chelsea.

6. Steve Harper (Newcastle United, 1993-2013)

Steve Harper

Steve Harper

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Selama 20 tahun menjadi bagian dari Newcastle United, Steve Harper bemain cukup banyak yakni 157 kali namun sebagian besar karena kiper utamanya cedera. Dari zaman Pavel Srnicek sampai Shay Given, Harper tabah duduk di bangku cadangan dan sebanyak 6 kali Ia dipinjamkan ke klub lain. Namun ketika Newcastle degradasi pada musim 2010-2011, Ia menjadi kiper utama di kompetisi kasta kedua Inggris dan amat berjasa membantu timnya kembali promosi ke Premier League walau harus kembali jadi cadangan. Kini Ia masih aktif bermain dan bergabung dengan Hull City.

5. Albert Jorquera (Barcelona, 1998-2009)

Bergabung dengan Barcelona sejak 1998, Ia masih satu angkatan dengan Victor Valdes namun beda nasib. Setelah menembus skuad utama pada tahun 2003, Ia hanya bermain sebanyak 7 kali selama 6 tahun di tim senior Barcelona. Perjuangan 5 tahun dari Barcelona C sampai ke senior seakan tak berbekas setelah Ia “dibuang” ke Girona tahun 2009 dan langsung pensiun saat musim itu berakhir.

4. Rémy Vercoutre (Olympique Lyonnais, 2002-…)

Rémy Vercoutre

Rémy Vercoutre

Kesabaran yang membuahkan hasil, itulah yang menggambarkan Remy Vercoutre saat ini. Berada di bawah bayang-bayang Gregory Coupet dan Hugo Lloris selama 10 tahun, kini Ia dipercaya menjadi kiper utama Olympique Lyonnais setelah Lloris hijrah ke Tottenham pada 2012 lalu. Memulai karier bersama Montpellier selama 6 tahun, Ia hijrah ke Lyon tahun 2002 dan sempat menjadi bagian dari skuad Lyon yang menjuarai Ligue 1 6 kali berturut-turut.

3. Michelangelo Rampulla (Juventus, 1992-2002)

Michelangelo Rampulla

Michelangelo Rampulla

Jika ditanya siapa kiper Juventus pasti orang menjawab Gianluigi Buffon atau Angelo Peruzzi dan Edwin van der Sar sebelumnya. Tapi kalau Michelangelo Rampulla ?! mungkin hanya Juventini sejati yg mengenalnya. Selama 10 tahun membela Juventus, Ia hanya menjadi kiper kedua atau bahkan ketiga dan hanya bermain sebanyak 49 kali. Walaupun sempat menjadi kiper utama selama 7 tahun di Cremonese, tapi Ia setia menjadi kiper cadangan di Juventus sampai akhir kariernya. Sekarang Ia menjadi pelatih kiper di Guangzhou Evergrande bergabung dengan Marcello Lippi dan bahkan menjadi pelatih kiper di Juventus sampai 2010.

2. Paolo Orlandoni (Internazionale Milan, 1988-1998, 2005-2012)

Paolo Orlandoni

Paolo Orlandoni

Setelah 10 tahun menghabiskan kariernya sebagai kiper pinjaman sebanyak 7 kali, Paolo Orlandini kembali ke klub yg membinanya, Internazionale Milano, selama 7 tahun sebagai kiper ketiga. Sempat bermain 2 tahun untuk Reggina, 4 tahun di Piacenza bahkan menjadi kiper kedua di Lazio selama 1 tahun, akhirnya Ia memutuskan untuk menjadi pelapis Julio Cesar dan Francesco Toldo. Selama 7 tahun, Ia hanya bermain sebanyak 4 kali di Serie-A dan 1 kali di Liga Champions saat kalah 3-0 dari Werder Bremen tahun 2010.

1. Valerio Fiori (AC Milan, 1999-2008)

Mungkin dialah kiper paling “sabar” dan “profesional”. Betapa tidak, selama 9 tahun berkarier di AC Milan, Fiori hanya bermain 1 kali di Serie-A dan 1 kalidi Coppa Italia!!! Satu-satunya penampilan Serie-A nya terjadi kala kalah 4-2 dari Piacenza. Ia menjadi pelapis dari Sebastiano Rossi, Christian Abbiati sampai Dida. Sebelum menjadi kiper AC Milan, Ia sempat menjadi kiper utama Lazio selama 7 tahun dan Cagliari selama 3 tahun. Sekarang Ia menjadi pelatih kiper AC Milan.